Malang – Menteri Lingkungan Hidup dan Kepala BPLH, Hanif Faisol Nurofiq, baru-baru ini mendatangi Kecamatan Pakis di Kabupaten Malang. Kunjungannya punya tujuan spesifik: mengecek langsung calon lokasi Pembangkit Listrik Tenaga Sampah atau PSEL.
Langkah ini bukan datang tiba-tiba. Ia merupakan tindak lanjut dari penandatanganan MoU dan kerja sama antara Pemprov Jatim dengan sejumlah pemerintah daerah di kawasan Malang Raya. Intinya, semua pihak sedang serius mencari solusi untuk persoalan sampah yang kian pelik.
Di lokasi, Menteri Hanif tampak menyisir berbagai aspek teknis. Mulai dari luas lahan, kemudahan akses, sampai ketersediaan air dan jaringan listrik. Tak lupa, aspek transportasi dan kondisi demografi warga sekitar juga jadi pertimbangan.
“Tinjauan awal ini nantinya akan dilanjutkan tim gabungan dari pusat untuk menilai kelayakan lingkungan dan kesiapan teknisnya,” ujar Hanif kepada para wartawan yang meliput.
Ia menambahkan, “Kalau karakteristik lokasinya sudah sesuai, saya akan terbitkan surat keputusan untuk pembangunan PSEL. Setelah itu, dengan persetujuan Menko Pangan, proses lelang oleh Danantara bisa segera dilakukan.”
Tekanan untuk segera bertindak memang nyata. Data menunjukkan, timbulan sampah di Malang Raya mencapai hampir 2.000 ton setiap harinya. Kota Malang menyumbang 731 ton, Kabupaten Malang sekitar 1.094 ton, dan Kota Batu kurang lebih 122 ton.
Nah, dengan adanya PSEL ini, ditargetkan lebih dari separuh sampah itu sekitar 1.038 ton per hari bisa diolah jadi energi. Bayangkan, sampah yang selama ini jadi masalah, justru berpotensi menjadi sumber listrik yang berkelanjutan.
Artikel Terkait
Mendagri Tito Karnavian Serukan ASN Fokus Kerja Pascalebaran
AHY Buka Peluang Anak, Arjuna, untuk Lanjutkan Karier di Militer atau Politik
Trump Ancam Hancurkan Pusat Vital Iran Jika Kesepakatan Damai Tak Tercapai
Indonesia dan Jepang Sepakati Kerja Sama Ekonomi Strategis Senilai USD 22 Miliar