Menteri LHK Tinjau Calon Lokasi PLTSa di Malang, Target Olah 1.038 Ton Sampah Per Hari

- Senin, 30 Maret 2026 | 18:45 WIB
Menteri LHK Tinjau Calon Lokasi PLTSa di Malang, Target Olah 1.038 Ton Sampah Per Hari

Malang – Menteri Lingkungan Hidup dan Kepala BPLH, Hanif Faisol Nurofiq, baru-baru ini mendatangi Kecamatan Pakis di Kabupaten Malang. Kunjungannya punya tujuan spesifik: mengecek langsung calon lokasi Pembangkit Listrik Tenaga Sampah atau PSEL.

Langkah ini bukan datang tiba-tiba. Ia merupakan tindak lanjut dari penandatanganan MoU dan kerja sama antara Pemprov Jatim dengan sejumlah pemerintah daerah di kawasan Malang Raya. Intinya, semua pihak sedang serius mencari solusi untuk persoalan sampah yang kian pelik.

Di lokasi, Menteri Hanif tampak menyisir berbagai aspek teknis. Mulai dari luas lahan, kemudahan akses, sampai ketersediaan air dan jaringan listrik. Tak lupa, aspek transportasi dan kondisi demografi warga sekitar juga jadi pertimbangan.

“Tinjauan awal ini nantinya akan dilanjutkan tim gabungan dari pusat untuk menilai kelayakan lingkungan dan kesiapan teknisnya,” ujar Hanif kepada para wartawan yang meliput.

Ia menambahkan, “Kalau karakteristik lokasinya sudah sesuai, saya akan terbitkan surat keputusan untuk pembangunan PSEL. Setelah itu, dengan persetujuan Menko Pangan, proses lelang oleh Danantara bisa segera dilakukan.”

Tekanan untuk segera bertindak memang nyata. Data menunjukkan, timbulan sampah di Malang Raya mencapai hampir 2.000 ton setiap harinya. Kota Malang menyumbang 731 ton, Kabupaten Malang sekitar 1.094 ton, dan Kota Batu kurang lebih 122 ton.

Nah, dengan adanya PSEL ini, ditargetkan lebih dari separuh sampah itu sekitar 1.038 ton per hari bisa diolah jadi energi. Bayangkan, sampah yang selama ini jadi masalah, justru berpotensi menjadi sumber listrik yang berkelanjutan.

Di sisi lain, Bupati Malang, Sanusi, menyambut baik rencana ini. Pemerintah daerahnya bahkan sudah menyiapkan lahan di Kecamatan Pakis sebagai lokasi yang diusulkan.

“Kami sudah siapkan lahannya di sini. Tinggal menunggu penilaian dari Pemerintah Pusat,” kata Sanusi.

Harapannya besar. “Kalau PSEL ini jadi dibangun di sini, Kabupaten Malang bisa jadi pusat energi baru. Dampaknya pasti positif, terutama untuk industri besar di wilayah kami.”

Dorongan untuk mempercepat proyek semacam ini memang datang langsung dari Presiden Prabowo Subianto. Instruksinya jelas: menangani sampah perkotaan sekaligus mendorong pemanfaatan energi bersih.

Selain meninjau lahan seluas lebih dari 4 ribu meter persegi itu, Menteri Hanif juga menghadiri Apel Siaga Gerakan Indonesia Bersih. Lahan di Pakis itu rencananya akan dibangun PSEL berkapasitas hingga 20 megawatt.

Pada akhirnya, proyek ini diharapkan bisa mengubah wajah pengelolaan sampah di Malang Raya. Dari yang selama ini sekadar dibuang, menjadi sumber daya yang efisien dan menghasilkan listrik bagi masyarakat dan industri.

Dilaporkan dari Malang.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar