JAKARTA, KOMPAS.TV – Usai merayakan kemenangan di hari Lebaran, umat Islam punya kesempatan emas untuk menambah pahala. Caranya? Dengan menjalankan puasa sunah di bulan Syawal. Iya, puasa Syawal namanya. Tradisi ini punya keistimewaan yang luar biasa, lho.
Berdasarkan penjelasan dari NU Online, keutamaannya sungguh menggiurkan. Siapa saja yang mengerjakan puasa Ramadan lalu melanjutkannya dengan enam hari puasa di Syawal, pahalanya setara dengan berpuasa setahun penuh. Luar biasa, bukan?
Sabda Rasulullah SAW dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Muslim menguatkan hal ini:
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ
Artinya kurang lebih: "Barangsiapa berpuasa Ramadan, lalu mengikutinya dengan enam hari di bulan Syawal, maka ia seperti berpuasa setahun."
Nah, untuk waktunya sendiri fleksibel. Kamu bisa melakukannya kapan saja sepanjang bulan Syawal, asalkan belum masuk bulan Dzulqo'dah. Jadi, tidak harus berurutan, meski banyak yang memilih melakukannya di awal bulan.
Kapan Mulainya di Tahun 2026?
Kalau merujuk pada kalender, sidang isbat Kemenag sudah menetapkan 1 Syawal 1447 H jatuh pada tanggal 21 Maret 2026. Artinya, puasa Syawal bisa dimulai keesokan harinya.
Secara teknis, jendela waktunya panjang: dari 22 Maret sampai 18 April 2026. Tapi kalau mau yang enam hari awal Syawal, ini jadwal detailnya:
- Minggu, 22 Maret 2026 = 2 Syawal 1447 H
- Senin, 23 Maret 2026 = 3 Syawal 1447 H
- Selasa, 24 Maret 2026 = 4 Syawal 1447 H
- Rabu, 25 Maret 2026 = 5 Syawal 1447 H
- Kamis, 26 Maret 2026 = 6 Syawal 1447 H
- Jumat, 27 Maret 2026 = 7 Syawal 1447 H
Jadi, tinggal pilih saja mana yang lebih cocok dengan kesibukanmu. Yang penting niatnya tulus. Dengan begitu, ibadah Ramadan yang sudah kita lakukan sebulan penuh bisa dapat "bonus" pahala yang berlipat. Sungguh sebuah kesempatan yang sayang untuk dilewatkan.
Penulis : Dian Nita Editor : Edy A. Putra
Sumber : Kompas TV, NU Online
Artikel Terkait
Anies: Kepercayaan Publik Runtuh Saat Pemimpin Utamakan Kepentingan Pribadi
Istri Kehilangan Suami di Kecelakaan Maut Muratara, Kenangan Terakhir Tawaran Buah Nanas
24 WNA Tiongkok Diamankan Imigrasi di Tambang Emas Ilegal Gunung Botak, Buru
Hakim Perintahkan Oditur Hadirkan Ahli Kimia untuk Uji Cairan Penyiraman Aktivis KontraS