Tokyo, Minggu malam kemarin. Udara dingin tak menyurutkan semangat puluhan diaspora Indonesia yang berkumpul. Mereka menunggu kedatangan seseorang: Presiden Prabowo Subianto. Dan bagi Mutiara Mutiruta Miru Binto, malam itu benar-benar tak terlupakan.
Perawat lansia yang telah lama menetap di Jepang ini mengaku jantungnya berdegup kencang. Gugup, tapi juga bahagia campur aduk. Bagaimana tidak? Setelah sekian lama hanya melihat dari layar, akhirnya ia bisa berdiri hanya beberapa langkah dari orang nomor satu di Indonesia.
“Sebenarnya deg-degan. Di luar ekspektasi bisa bertemu langsung dengan Bapak Presiden,” ujar Mutiara.
Suaranya masih terdengar bergetar saat menceritakan momen itu.
“Ini juga menjadi kesempatan bagi diaspora di Jepang untuk bisa bertemu,” tambahnya.
Momen kebahagiaan itu pun dimanfaatkannya sebaik mungkin. Saat Prabowo menyapa para hadirin satu per satu, Mutiara yang kebetulan berada di posisi paling ujung dan dekat, menyodorkan sebuah buku. Buku berjudul Strategi Transformasi Bangsa: Menuju Indonesia Emas 2045. Dan presiden pun menandatanganinya.
“Arahan juga dari teman-teman, dan kebetulan posisi saya berada di ujung, tepat di dekat Bapak,” kenangnya.
Artikel Terkait
Harga Cabai dan Daging Turun Signifikan di Awal Pekan
Indeks Bisnis-27 Anjlok 1,37%, AMRT dan BBCA Tekan Pasar
Bank Raya Luncurkan Pinang Flexi, Solusi Kredit Digital untuk Kebutuhan Pascalebaran
Polisi Imbau Warga Antisipasi Macet Parah di Sekitar GBK Sore Ini Jelang Final Timnas