Nah, untuk tahap awal, proyek akan fokus di dua lokasi di Provinsi Banten. Fasilitas pertama akan dibangun di Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang. Sementara yang kedua akan berdiri di Cilowong, Kota Serang.
Kedua tempat itu ditargetkan selesai dalam kurun tiga tahun. Bayangkan, kapasitas pengolahannya mencapai 4.000 ton sampah per hari. Sampah sebanyak itu nantinya akan diubah menjadi sumber energi listrik. Dan untuk mendanai percepatan infrastruktur ini, Danantara akan menyediakan pendanaannya.
Di sisi lain, wilayah Semarang Raya juga tak ketinggalan. Kawasan yang meliputi Kota Semarang dan Kabupaten Kendal ini menghasilkan timbunan sampah sekitar 1.627 ton setiap harinya. Melalui proyek PSEL, sekitar 1.100 ton sampah per hari diharapkan bisa dikonversi menjadi listrik.
Angka itu cukup signifikan. Bahkan, hampir seluruh sampah yang dihasilkan Kota Semarang diharapkan bisa tertangani dengan optimal.
Sementara itu, Kabupaten Kendal diprediksi akan mengalami lompatan besar dalam hal pengelolaan sampah. Semua berkat sistem pengolahan berbasis energi yang akan terintegrasi di kawasan tersebut.
Jadi, selain mengatasi gunungan sampah, proyek ini juga menghasilkan listrik. Dua masalah, satu solusi.
Artikel Terkait
AS Izinkan Tanker Minyak Rusia Berlabuh di Kuba, Atasi Krisis Energi Havana
Pengamat: Kendaraan Listrik Bisa Hemat Devisa hingga Rp40 Triliun Per Tahun
Bezzecchi Kukuhkan Puncak Klasemen dengan Kemenangan di MotoGP Amerika
Presiden Prabowo Tandatangani Buku Diaspora Indonesia di Tokyo