Setelah tujuh bulan lamanya menjadi buronan, akhirnya Desmond Freeman menemui ajalnya. Pria berusia 56 tahun itu ditembak mati oleh kepolisian Australia di sebuah properti di Victoria timur laut. Dia adalah otak di balik pembunuhan dua anggota polisi yang sempat mengguncang negara bagian itu.
Menurut pernyataan resmi Kepolisian Victoria, penembakan itu terjadi pagi tadi, sebagai puncak dari operasi pencarian besar-besaran. “Seorang pria telah ditembak mati oleh polisi di sebuah properti di timur laut Victoria pagi ini sebagai bagian dari operasi untuk menemukan Desmond Freeman,” begitu bunyi pernyataan mereka.
Kisahnya berawal dari sebuah penggerebekan yang berakhir tragis di Porepunkah, sebuah desa kecil, pada Agustus tahun lalu. Saat petugas mendatangi rumahnya, Freeman justru melepaskan tembakan. Aksi nekatnya itu merenggut nyawa dua polisi: Detektif Neal Thompson (59) dan polisi senior Vadim De Waart (35). Seorang petugas lain juga terluka, terkena tembakan di bagian bawah tubuhnya.
Alasan pasti penggerebekan saat itu memang belum sepenuhnya terang. Namun begitu, polisi sempat menyebutkan bahwa tim yang datang termasuk anggota dari regu investigasi kejahatan seksual dan anak. Informasi ini tentu menambah pertanyaan tentang latar belakang Freeman.
Artikel Terkait
Damkar Bogor Waspadai Titik Api Baru Usai Kebakaran Pabrik Terpal di Gunung Putri
Teknologi Hybrid Chery Klaim Bisa Hemat Biaya Bahan Bakar hingga 50%
Trump Klaim Negosiasi AS-Iran Melalui Pakistan Berjalan Sangat Baik
Ganjil-Genap Kembali Berlaku di Jakarta Usai Libur Lebaran