Momen itu makin sempurna bagi Ara karena dia berhasil mendapatkan tanda tangan Presiden. "Saya kebetulan posisinya di ujung barisan. Beliau sangat ramah, mendatangi kami satu per satu. Alhamdulillah, bisa dapat tanda tangan," kenangnya dengan semangat.
Di sisi lain, bagi Tiwi, pelajar S3 di Chuo University yang datang mewakili Persatuan Pelajar Indonesia, kehadiran ini adalah soal kebanggaan. Meski belum sempat berbincang, rasanya sudah cukup.
"Senang sekali, tentu saja. Baru pertama kali ini bisa melihat Bapak Presiden dari dekat. Sudah sangat berkesan," katanya.
Namun begitu, harapannya lebih jauh lagi. Tiwi berharap kunjungan ini mempererat jembatan antara Indonesia dan Jepang.
"Saya pribadi berharap hubungan diplomatik yang baik ini membuka lebih banyak peluang. Bukan cuma untuk diaspora, tapi juga untuk transfer ilmu, investasi, dan kerja sama ekonomi. Semuanya bisa lebih maju," pungkas Tiwi penuh harap.
Malam itu pun berakhir dengan kesan mendalam. Jabat tangan, senyuman, dan foto bersama menjadi bukti sederhana antusiasme yang mengalir jauh dari tanah air.
Artikel Terkait
Timnas Indonesia Hadapi Bulgaria di Final FIFA Series 2026 Usai Kemenangan Besar
Pemerintah Pacu Pembangunan PLTSa di Banten dan Jawa Tengah Atasi Darurat Sampah
Timnas Indonesia Siap Hadapi Bulgaria di Final FIFA Series Usai Raih Momentum Positif
Delapan Dapur Gizi di Tulungagung Ditutup Sementara Diduga Langgar SOP dan Terkait Keracunan