Sudah genap sebulan konflik bersenjata antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran berkecamuk. Hingga detik ini, belum terlihat secercah harapan perdamaian atau titik terang untuk mengakhiri pertikaian ini.
Semuanya berawal dari sebuah serangan dahsyat yang dilancarkan AS dan Israel pada akhir Februari lalu, tepatnya 28 Februari 2026. Serangan itu bukan hanya menghancurkan target-target militer, tetapi juga merenggut nyawa pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Peristiwa inilah yang kemudian memicu spiral balas dendam yang tak berkesudahan.
Iran tak tinggal diam. Mereka membalas dengan keras, meluncurkan serangan ke wilayah Israel dan berbagai fasilitas militer AS yang tersebar di negara-negara Teluk. Situasi makin runyam ketika Teheran memberlakukan kontrol ketat di Selat Hormuz. Langkah strategis ini langsung berimbas pada pasar global: harga minyak melambung tinggi, membuat banyak negara ketar-ketir.
Korban jiwa, sayangnya, terus berjatuhan dari hari ke hari. Menurut laporan dari Al-Jazeera, di pihak Iran saja korban tewas sudah menembus angka lebih dari 1.900 orang. Yang terluka bahkan mencapai puluhan ribu, tepatnya lebih dari 24.800 orang, semua akibat gempuran AS dan Israel.
Di sisi lain, tentara AS juga menanggung kerugian yang tidak kecil.
"Kami kehilangan 13 prajurit terbaik, dan sekitar 200 lainnya menderita luka-luka," demikian pernyataan resmi dari Pentagon mengenai serangan balasan Iran.
Israel pun tak luput dari dampaknya. Sejak perang pecah, setidaknya 19 warga sipilnya meninggal dan ribuan lainnya sekitar 5.400 orang harus menjalani perawatan akibat luka-luka. Belum lagi korban serupa yang berjatuhan di berbagai negara kawasan Teluk, menambah panjang daftar duka konflik ini.
Kini, setelah satu bulan berlalu, situasi justru makin panas. Malah, ada indikasi eskalasi yang lebih besar. AS dikabarkan terus memperkuat pangkalan militernya di Timur Tengah. Bahkan, desas-desus tentang persiapan invasi darat ke Iran mulai mencuat. Jika itu benar-benar terjadi, maka perang ini mungkin baru akan memasuki babak yang paling mengerikan.
Artikel Terkait
Prabowo Sambut Positif Pembentukan Dewan Bisnis Tingkat Tinggi Indonesia-Prancis
Prabowo Kunjungi Prancis untuk Ketiga Kalinya dalam Setahun, Tegaskan Hubungan Bilateral di Level Terbaik
HIPMI Jaya Salurkan 14 Sapi dan 10 Kambing untuk Kurban di Jakarta
Gempa Vulkanik Dangkal Gunung Awu Melonjak Jadi 41 Kali Sehari, Status Siaga Dipertahankan