Pemerintah Pacu Pembangunan PLTSa di Banten dan Jawa Tengah Atasi Darurat Sampah

- Senin, 30 Maret 2026 | 05:20 WIB
Pemerintah Pacu Pembangunan PLTSa di Banten dan Jawa Tengah Atasi Darurat Sampah

Masalah sampah di beberapa daerah memang sudah darurat. Tak heran, pemerintah pusat kini memacu langkah penyelesaiannya. Salah satu upaya konkretnya adalah dengan menandatangani perjanjian kerja sama pengembangan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik atau PSEL.

Kerja sama ini melibatkan sejumlah pihak. Mulai dari KLH/BPLH, Pemprov Banten, dan pemerintah daerah di wilayah Serang Raya. Tak hanya di Banten, Pemprov Jawa Tengah beserta pemerintah daerah di kawasan Semarang Raya juga turut serta dalam kesepakatan ini.

Ini semua dilakukan untuk menjalankan arahan Presiden Prabowo Subianto. Beliau mendorong adanya solusi pengelolaan sampah yang berkelanjutan, bukan sekadar tambal sulam.

Menteri Lingkungan Hidup sekaligus Kepala BPLH, Hanif Faisol Nurofiq, menegaskan pentingnya langkah ini.

“Pembangunan PSEL ini merupakan langkah strategis yang diambil dalam menjawab permasalahan darurat sampah di berbagai daerah,”

Demikian disampaikannya dalam keterangan tertulis pada Minggu, 29 Maret 2026.

Nah, untuk tahap awal, proyek akan fokus di dua lokasi di Provinsi Banten. Fasilitas pertama akan dibangun di Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang. Sementara yang kedua akan berdiri di Cilowong, Kota Serang.

Kedua tempat itu ditargetkan selesai dalam kurun tiga tahun. Bayangkan, kapasitas pengolahannya mencapai 4.000 ton sampah per hari. Sampah sebanyak itu nantinya akan diubah menjadi sumber energi listrik. Dan untuk mendanai percepatan infrastruktur ini, Danantara akan menyediakan pendanaannya.

Di sisi lain, wilayah Semarang Raya juga tak ketinggalan. Kawasan yang meliputi Kota Semarang dan Kabupaten Kendal ini menghasilkan timbunan sampah sekitar 1.627 ton setiap harinya. Melalui proyek PSEL, sekitar 1.100 ton sampah per hari diharapkan bisa dikonversi menjadi listrik.

Angka itu cukup signifikan. Bahkan, hampir seluruh sampah yang dihasilkan Kota Semarang diharapkan bisa tertangani dengan optimal.

Sementara itu, Kabupaten Kendal diprediksi akan mengalami lompatan besar dalam hal pengelolaan sampah. Semua berkat sistem pengolahan berbasis energi yang akan terintegrasi di kawasan tersebut.

Jadi, selain mengatasi gunungan sampah, proyek ini juga menghasilkan listrik. Dua masalah, satu solusi.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar