"Dari sisi Kamseltibcarlantas, alhamdulillah jumlah fatalitas atau korban meninggal dunia turun 30%. Demikian juga jumlah kecelakaan lalu lintas selama Operasi Ketupat ditambah KRYD, peristiwanya turun 7%," jelas Irjen Agus.
Untuk mengantisipasi kemacetan, berbagai skema rekayasa lalu lintas diterapkan. Mulai dari sistem satu arah di Tol Trans Jawa, penutupan sementara tol layang Sheikh Mohammed Bin Zayed (MBZ), hingga skema contra flow di beberapa titik rawan padat.
Operasi Ketupat sendiri digelar selama 14 hari, tepatnya dari 13 hingga 25 Maret. Setelah itu, KRYD berjalan hingga 29 Maret untuk mengawal arus balik.
Keberhasilan ini, kata Agus, bukan kerja Polri semata. Ini hasil kolaborasi banyak pihak. Ia menegaskan, semua upaya itu untuk mewujudkan tagline Kapolri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
"Tentu ini hasil kolaborasi dan kerja sama kita. Supaya sesuai tagline Bapak Kapolri, yaitu 'Mudik Aman, Balik Aman, Keluarga Bahagia'," pungkasnya.
Artikel Terkait
DPR RI Terapkan Kebijakan Penghematan Energi dan Anggaran Ketat
Veda Ega Pratama Gagal Finis di Moto3 AS Usai Insiden Highside
Presiden Prabowo Sambut Hangat Diaspora Indonesia di Tokyo
Pria Ditemukan Tewas dengan Luka Tajam di Pasar Malioboro Jambi