Harapan untuk meraih poin di Texas pupus sudah bagi Veda Ega Pratama. Pembalap Indonesia dari Honda Team Asia itu terpaksa harus mengakhiri balapan Moto3 Amerika Serikat lebih awal, Minggu lalu di Sirkuit of the Americas. Balapan yang diharapkan bisa menjadi momentum justru berakhir dengan kecelakaan.
Padahal, semangatnya begitu tinggi setelah kualifikasi. Veda berhasil mengamankan start dari grid keempat, posisi yang sangat menjanjikan untuk bertarung di depan. Sayangnya, balapan tak selalu berjalan sesuai rencana.
Begitu lampu padam, pertarungan sengit langsung terjadi. Veda terlibat duel ketat dengan beberapa rookie lain, seperti Casey O’Gorman dari SIC58 Squadra Corse dan Joel Esteban (LEVEL UP - MTA). Sempat terlempar ke posisi kedelapan, ia berhasil bangkit dan bahkan mencatatkan lap tercepat pada lap keempat. Itu menunjukkan potensi dan kecepatan motornya.
Namun, nasib berkata lain. Hanya selang satu lap setelah catatan tercepatnya, malapetaka datang. Saat keluar dari Tikungan 11, motornya tiba-tiba mengalami "highside" terlempar secara brutal. Veda terjatuh, dan Joel Esteban yang berada tepat di belakangnya tak punya ruang untuk menghindar. Kedua pembalap pun terlibat dalam insiden itu.
Dengan begitu, tamatlah sudah perlombaan untuk Veda.
Di sisi lain, perebutan kemenangan berlangsung sangat ketat. Guido Pini dari Leopard Racing akhirnya keluar sebagai pemenang dengan selisih tipis. Maximo Quiles (CFMOTO Valresa Aspar Team) harus puas di posisi kedua, disusul Alvaro Carpe (Red Bull KTM Ajo) di podium ketiga.
Berikut hasil lengkapnya:
1. Guido Pini (Leopard Racing) – 31:20.489
2. Maximo Quiles (Valresa Aspar Team) – 0.056
3. Alvaro Carpe (Red Bull KTM Ajo) – 0.254
4. Valentin Perrone (Red Bull KTM Tech3) – 0.445
5. Adrian Fernandez (Leopard Racing) – 9.192
Posisi keenam hingga kesepuluh diisi oleh Rico Salmela, Brian Uriarte, Adrian Cruces, Matteo Bertelle, dan Scott Ogden. Sementara itu, selain Veda, beberapa pembalap juga tercatat gagal finis atau DNF: Zen Mitani, Casey O’Gorman, Joel Esteban, dan Joel Kelso.
Sebuah akhir yang pahit tentunya bagi kampiun Indonesia itu. Setelah performa apik di kualifikasi, semua berharap ia bisa membawa pulang hasil terbaik. Tapi di olahraga berkecepatan tinggi seperti ini, kadang segalanya bisa berubah dalam sekejap.
Artikel Terkait
Ribuan Buruh Indomaret Demo di Depan Menara Indomaret PIK Tuntut Pembayaran Upah Lembur
Sidang Vonis Tiga Anggota TNI AD Terdakwa Pembunuhan Kepala Cabang Bank Digelar 3 Juni
Komnas HAM Akui Kelembagaan Semakin Lemah di Tengah 28 Tahun Reformasi
Persib Bandung Resmi Tunjuk Igor Tolic sebagai Pelatih Kepala untuk Musim 2026/2027