Dia menambahkan, "Nah, saya bersama Pak Bupati ingin melakukan satu langkah yang sistematis, terkoordinasi dalam rangka pemutakhiran."
Di sisi lain, Trenggalek juga disebut sebagai salah satu pengusul paling aktif untuk pembangunan Sekolah Rakyat. Saat ini, selain SRT 50 Trenggalek yang masih berstatus rintisan, juga sedang berjalan proses pembangunan Sekolah Rakyat permanen.
"Sekarang sudah masuk salah satu dari 104 titik yang dibangun tahap pertama. Semuanya sedang dalam proses, dan Trenggalek termasuk di dalamnya," imbuh Gus Ipul.
Dalam kesempatan yang sama, Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin membeberkan, sejak 2016 daerahnya punya program bernama Posko GERTAK (Gerakan Tengok Bawah Masalah Kemiskinan). Fokusnya salah satunya adalah menjaga data agar selalu mutakhir.
"Sekarang PR-nya bagaimana data itu nanti bisa terintegrasi dengan pusat, dalam hal ini melalui BPS. Kita sudah berbicara dengan BPS," kata Arifin.
Dia punya ide, "Nanti kalau perlu, salah satu petugas BPS yang memang mengurusi masalah itu kita tempatkan di Posko GERTAK. Jadi sistemnya langsung inline."
Arifin juga menyampaikan, berbagai program Kementerian Sosial sekarang sudah bisa dirasakan langsung warga Trenggalek. Sekolah Rakyat adalah salah satu contohnya.
Acara hari itu dihadiri sekitar 696 orang. Terdiri dari kepala desa, operator data desa, pilar-pilar sosial, plus orang tua, siswa, guru, serta tenaga kependidikan di SRT 50 Trenggalek. Suasana terlihat cukup semarak, menandai kolaborasi yang digaungkan.
Artikel Terkait
Prabowo dan Menteri ESDM Bahas Kerja Sama Energi Bersih dengan Jepang
Kebakaran Pabrik Plastik di Gunung Putri Diduga Dipicu Sambaran Petir
Warga Sukarendah Antre Dini Hari untuk Bantuan Beras dan Minyak Goreng
KemenHAM Pantau Ketat Pemulihan Mata Aktivis Andrie Yunus Usai Disiram Zat Kimia