Bali Justru Ramai Turis Asing, Meski Kunjungan Domestik Menyusut

- Selasa, 30 Desember 2025 | 09:54 WIB
Bali Justru Ramai Turis Asing, Meski Kunjungan Domestik Menyusut

Isu bahwa Bali akan sepi saat libur Natal dan Tahun Baru ternyata dibantah keras oleh para pelaku usaha di sana. Mereka justru melihat geliat yang berbeda, terutama dari turis mancanegara.

“Bali tidak sepi,” tegas I Gusti Agung Ngurah Rai Suryawijaya, Ketua PHRI Kabupaten Badung. Menurutnya, situasi justru mulai membaik sejak tanggal 20 Desember lalu.

Dia mengakui, memang ada satu dua properti yang okupansinya masih sekitar 60 persen. Tapi itu, kata Rai, bisa jadi karena masalah kualitas atau pelayanan yang kurang maksimal, bukan semata-mata karena sepi pengunjung.

Di sisi lain, pasokan akomodasi yang makin banyak juga berpengaruh. Banyak vila dan hotel baru bermunculan belakangan ini, belum lagi hotel lama yang menambah kamar. Jadi, persaingannya memang ketat.

Rai menyoroti kinerja pariwisata Bali sepanjang 2025. Yang mengejutkan, kunjungan wisatawan asing diprediksi tembus 7 juta orang. Angka ini melampaui target awal 6,5 juta dan jelas lebih tinggi dari realisasi tahun 2024 yang sekitar 6,3 juta.

“Tahun 2025 ini justru ada peningkatan. Untuk internasional turisnya jadi 7 juta,” ujarnya.

Namun begitu, ceritanya jadi lain kalau kita lihat dari sisi wisatawan lokal. Kunjungan domestik disebut turun sekitar 10 persen dari target 10 juta orang. Penyebabnya beragam.

Masyarakat Indonesia sekarang banyak yang memilih liburan ke luar negeri. Thailand, Malaysia, atau Singapura jadi tujuan favorit. Bahkan sampai ke Jepang dan Korea Selatan.

“Karena harga tiket pesawatnya, kalau ke Bali tiketnya harus promo,” tutur Rai, menyentil soal harga tiket domestik yang kerap dianggap kurang bersaing.

Faktor ekonomi juga berperan. Bagi sebagian masyarakat, lebih memilih menikmati liburan di kota sendiri untuk menghindari pengeluaran besar. Ditambah lagi, ketidakpastian ekonomi global ikut memengaruhi suasana.

Data dari PHRI Bali sendiri memproyeksikan total kunjungan wisatawan sepanjang 2025 akan mencapai 15,99 juta orang. Angka ini turun 2,8% dibanding tahun sebelumnya. Untuk periode 1-23 Desember 2025, data sementara mencatat 839 ribu kunjungan turun signifikan dari periode sama tahun 2024.

Meski data menunjukkan penurunan, nuansa di lapangan menurut para pengusaha tak serta-merta menggambarkan kesepian. Tren positif dari turis asing memberi angin segar. Jadi, gambaran tentang Bali yang sepi di momen Nataru mungkin perlu dikoreksi.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar