Analis: Perpanjangan Tenggat AS-Iran Cuma Perpanjang Ketidakpastian, Ancam Inflasi Indonesia

- Minggu, 29 Maret 2026 | 10:00 WIB
Analis: Perpanjangan Tenggat AS-Iran Cuma Perpanjang Ketidakpastian, Ancam Inflasi Indonesia

Achmad memperingatkan, gejolak ini berpotensi memicu tekanan inflasi, goncangan nilai tukar, dan gangguan pada pasokan energi nasional. Risikonya nyata.

"Kenaikan harga minyak bukan sekadar angka di bursa komoditas," tegasnya.

"Ia merambat ke ongkos produksi, distribusi, transportasi, dan pada akhirnya ke harga kebutuhan pokok. Gejolak di Teluk Persia dapat menjalar hingga ke dapur rumah tangga di Indonesia."

Lantas, apa yang bisa dilakukan Indonesia? Sebagai negara dengan tradisi politik bebas-aktif, kita punya peluang untuk menjadi jembatan komunikasi yang netral, khususnya di dunia Islam. Tapi, menurut Achmad, peran diplomasi itu harus diimbangi dengan langkah-langkah domestik yang konkret.

Pemerintah didorong untuk serius memperkuat cadangan energi strategis dan mendiversifikasi sumber pasokan. Tujuannya jelas: melindungi daya beli masyarakat dari guncangan yang datang dari luar.

"Ketahanan nasional tidak hanya ditentukan oleh kekuatan militer, tetapi juga oleh kemampuan ekonomi bertahan dari guncangan eksternal," papar Achmad.

"Yang dibutuhkan dunia bukan sekadar tambahan waktu, melainkan perubahan pendekatan."

Poin terakhirnya penting. Tanpa perubahan mendasar dalam logika kebijakan dari ancaman menuju kepercayaan setiap tambahan waktu hanyalah hitung mundur menuju krisis yang lebih besar. Dan bila krisis itu benar-benar terjadi, masyarakat global, termasuk Indonesia, yang akan menanggung ongkosnya.

Editor: Agus Setiawan


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar