Lalu, ke mana saja biasanya anabul-anabul ini dikirim? Beberapa kota besar jadi tujuan favorit. Yogyakarta, Jakarta, dan Bandung termasuk yang paling banyak diminati. Solo, Surabaya, dan Purwokerto juga tak ketinggalan.
Di sisi lain, titik pengiriman terbanyak justru datang dari sejumlah daerah seperti Tulungagung, Blitar, Kediri, hingga Pati dan Malang. Solo dan Yogyakarta pun muncul lagi di daftar ini. Perlu dicatat, beberapa wilayah tersebut juga dikenal sebagai sentra ikan hias, yang kontribusinya cukup besar dalam angka pengiriman keseluruhan.
Lonjakan angka ini sebenarnya mencerminkan satu hal: perubahan pola pikir yang cukup mendasar. Hewan peliharaan sekarang sudah naik kelas. Mereka bukan lagi sekadar binatang piaraan, tapi sudah dianggap sebagai anggota keluarga yang sah. Bagian dari rumah tangga.
Karena statusnya yang sudah seperti keluarga, tuntutan terhadap layanan pengirimannya pun ikut berubah. Standar kesejahteraan hewan atau animal welfare jadi keharusan. Mulai dari memastikan kondisi kesehatan si hewan sebelum berangkat, kandang yang aman dan nggak bikin stres, sampai ketersediaan makanan dan minum selama di perjalanan, semua harus diperhatikan betul.
Kedepannya, semua indikasi menunjukkan tren ini akan terus naik. Kesadaran pemilik hewan terhadap kenyamanan dan keamanan peliharaannya selama mudik semakin tinggi. Jadi, jangan kaget kalau tahun depan, mungkin kita akan melihat lebih banyak lagi 'keluarga' yang lengkap, termasuk si berkaki empat, memadati stasiun atau terminal.
Artikel Terkait
JTT Perpanjang Contraflow Jadi Dua Lajur Antisipasi Arus Balik Mudik Lebaran
Pantura Cirebon Macet Parah Imbas Pengalihan Truk dan Bus dari Tol
Presiden Prabowo Bahas Stabilitas Kawasan dengan Menteri Keamanan China
PM Malaysia Anwar Ibrahim Bahas Konflik Timur Tengah dengan Presiden Prabowo di Jakarta