Departemen Keuangan Rusia mencatat, emas belakangan ini makin sering dipakai sebagai alat tukar pengganti valuta asing dalam transaksi ilegal. Praktik semacam ini, ujar mereka, memicu pelarian modal dan jadi sarana pencucian uang. Makanya, perlu ada pembatasan.
Dampaknya? Karena kebijakan ini baru berlaku Mei depan, para analis memprediksi bakal ada gelombang penjualan emas besar-besaran mendekati tanggal tersebut. Orang-orang akan berusaha mengamankan asetnya sebelum pintu ekspor tertutup.
Ini bukan langkah kecil, mengingat posisi Rusia sebagai produsen emas terbesar kedua di dunia. Kebijakannya pasti akan disorot dan berpotensi menggoyang pasar.
Artikel Terkait
ASDP Antisipasi Puncak Arus Balik Kedua di Ketapang-Gilimanuk Akhir Pekan
Iran Siapkan Aturan Tarif Tol untuk Kapal yang Melintasi Selat Hormuz
Menteri Pertanian: Hilirisasi Kunci Kerek Ekonomi dan Kuatkan Pangan
Cuaca Makassar Cerah Berawan Sepanjang Hari, Warga Diminta Tetap Waspada