Konferensi pers TNI soal kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus dari KontraS sudah berlangsung. Tapi, bagi Tim Advokasi untuk Demokrasi (TAUD), paparan itu justru mengecewakan. Mereka bilang, penjelasan yang diberikan masih jauh dari menyentuh inti persoalan.
Intinya, informasi yang diberikan ke publik dinilai sangat minim. Perkembangan penyidikan seperti apa, siapa pelakunya, dan bagaimana konstruksi peristiwanya semua itu masih gelap. Publik, sampai sekarang, cuma bisa menebak-nebak.
“Kami menilai bahwa seluruh pembahasan dalam konferensi pers tersebut belum menyentuh substansi utama persoalan terkait penyiraman air keras kepada Andrie Yunus,”
Begitu penegasan Jane Rosaline, perwakilan TAUD yang juga anggota KontraS, dalam keterangan tertulisnya Rabu lalu. Suaranya jelas mewakili kekecewaan banyak pihak.
Di sisi lain, koordinasi penanganan perkara ini juga dipertanyakan. Tidak ada penjelasan memadai soal itu. Langkah konkret untuk mengungkap aktor intelektual atau dalang di balik layar? Itu pun tampaknya belum terlihat.
Artikel Terkait
Ekonom: Liburan Beruntun dan Stimulus Pacu Target Pertumbuhan 5,5% di Kuartal I-2026
Kementerian Kebudayaan Terapkan WFH dan Efisiensi Energi Respons Krisis Global
Menteri ESDM Imbau Masyarakat Tenang, Stok BBM Nasional Masih Aman
Tiket Kereta Ekonomi Kerakyatan Mudik Lebaran 2026 Laris, Okupansi Lampaui 100%