Harga batu bara dan nikel yang stabil di pasar global membuka sebuah peluang. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengisyaratkan, pemerintah sedang mempertimbangkan relaksasi produksi untuk kedua komoditas ini. Namun begitu, langkah itu tak akan dilakukan sembarangan.
“Kalau harga stabil dan terus bagus, kita akan membuat bagaimana relaksasi tapi terukur terhadap perencanaan produksi,” ujar Bahlil.
Dia menegaskan hal itu di Istana Negara, Rabu malam (25/3/2026). Menurutnya, semua kebijakan harus tetap dalam koridor koordinasi yang ketat dengan pasar. Tujuannya jelas: menghindari banjir pasokan yang justru bisa menjatuhkan harga.
Di sisi lain, Bahlil telah melaporkan perkembangan terbaru ini kepada Presiden Prabowo Subianto. Dari pertemuan itu, ada arahan yang sangat tegas.
“Presiden memerintahkan agar kepentingan negara menjadi prioritas di atas segalanya, dan kita harus menjaga sumber daya alam sebagai aset bangsa,” tutur Bahlil.
Artikel Terkait
Korban Tewas Kecelakaan Mudik Lebaran 2026 Turun 30 Persen
1.528 SPPG Disuspensi, Tren Penutupan Turun Usai Peningkatan Kepatuhan SLHS
Prabowo dan Menteri Bahas Percepatan Program Sampah Jadi Energi
Analis Prediksi Harga Pertalite Berpotensi Naik 10-15 Persen