CIKAMPEK – Puncak arus balik Lebaran tahun ini benar-benar terasa di Gerbang Tol Cikampek Utama, atau yang biasa disebut Cikatama. Gelombang kendaraan membanjiri ruas tol menuju Jakarta pada 23 dan 24 Maret lalu. Angkanya cukup mencengangkan.
Menurut data dari Jasa Marga, pada Selasa (24/3/2026) atau H 3 Lebaran, lalu lintas di gerbang itu tembus hingga 106 ribu kendaraan. Lonjakan yang sangat signifikan. Sehari sebelumnya, Senin (23/3), ‘baru’ tercatat 75 ribu kendaraan yang melintas. Artinya, terjadi peningkatan drastis dalam hitungan jam.
Vice President Corporate Secretary & Legal PT Jasa Marga Trans Jawa Tol (JTT), Ria Marlinda Paalo, mengonfirmasi hal ini.
"Jadi itu sudah 141 persen kendaraan yang melewati Gerbang Tol Cikampek Utama," ujarnya.
Namun begitu, suasana mulai mereda pada Rabu, 25 Maret. Volume kendaraan turun ke angka 76.650. Tapi jangan senang dulu. Menurut pengamatan, arus balik diperkirakan belum benar-benar usai. Masih ada potensi gelombang kedua dalam beberapa hari ke depan, meski intensitasnya mungkin tak sebesar sebelumnya.
Yang menarik, di balik lonjakan fantastis itu, kondisi lalu lintas di sepanjang Tol Trans Jawa arah Jakarta justru terpantau relatif lancar. Tidak ada antrean panjang yang mengular di gerbang tol. Lalu, apa rahasianya?
Ria Marlinda Paalo punya penjelasan.
"Proyeksi puncak arus balik terjadi tanggal 24 Maret. Terlihat bahwa pola persebaran pengguna jalan ini sangat baik," tuturnya.
"Sehingga dapat terlayani dengan baik gitu ya. Jadi terlihat di gerbang tol Cikampek Utama tidak ada antrian yang cukup berarti gitu dengan lonjakan yang signifikan," sambungnya.
Kunci kelancaran itu, kata Ria, tak lepas dari strategi rekayasa lalu lintas yang diterapkan. Skema one way nasional dan contraflow dinilai berhasil menyebarkan beban kendaraan.
"One way nasional jalan, kontraflow pun diberlakukan. Sehingga persebaran pengguna jalan di arus balik ini dapat terlayani dengan baik," jelasnya.
Jadi, meski angka 106 ribu kendaraan terdengar menakutkan, nyatanya arus lalu lintas masih bisa dikelola. Sebuah pencapaian yang patut dicatat di tengah tradisi mudik dan balik yang selalu padat merayap ini.
Artikel Terkait
BNN Kembangkan Kasus WN Rusia Bawa Hashish ke Bali, 10 WNI Positif Narkoba Usai Turun dari Pesawat
Polda Sumsel Latih 1.700 Satkamling dengan Teknologi dan Gotong Royong untuk Keamanan Lingkungan
Rupiah Menguat ke Rp17.997,5 per Dolar AS, BI Naikkan Suku Bunga demi Stabilisasi
Presiden Prabowo Resmikan RSUD di Pesisir Barat Lampung dan Buka Munas HIPMI XVIII