Melihat api menyala, kedua temannya lari menjauh sekitar dua meter. Sayangnya, MA sendiri tidak bergerak. Diduga, dia mengira petasan itu sudah tidak bisa menyala atau mungkin macet.
"Tak berselang lama, petasan justru meledak dengan daya ledak cukup kuat hingga mengenai tubuh korban," tutur Kapolsek.
Ledakan itu sungguh keras. Tim Inafis Polres Blora yang turun ke TKP bersama anggota Polsek Jiken kemudian memproses lokasi kejadian. Hasil pemeriksaan medis menunjukkan korban mengalami luka bakar di beberapa bagian tubuh. Namun, penyebab kematian utamanya adalah rusaknya organ dalam akibat tekanan dan dampak ledakan yang hebat.
Kini, selokan di bawah tower air itu telah sepi. Hanya kenangan pilu yang tersisa, mengingatkan betapa sebuah temuan yang dianggap "beruntung" justru berubah menjadi tragedi yang merenggut nyawa seorang anak.
Artikel Terkait
Arus Balik Lebaran 2026: Kedatangan Penumpang di Stasiun Jakarta Capai 52.471 Orang
OJK Prediksi Dua hingga Tiga Bank Naik Kelas ke KBMI 4 pada 2026
Timnas Indonesia Hadapi Saint Kitts and Nevis, Beckham Putra Siap Perjuangkan Tempat
Marshanda Dukung Proses Pencarian Jati Diri Putrinya Lepas Hijab