Di sebuah pagi Kamis yang cerah, tepatnya tanggal 26 Maret 2026, suasana di Gedung Presisi Polda Sumsel cukup berbeda. Kapolda Sumatera Selatan, Irjen Pol Sandi Nugroho, memilih mengawali hari dengan menggelar coffee morning. Acara santai itu ternyata dirangkaikan dengan agenda serius: analisa dan evaluasi mendalam terhadap kinerja seluruh Pejabat Utama (PJU) jajarannya.
Menurut Sandi Nugroho, forum seperti ini penting. Sangat penting, bahkan. Fungsinya tak sekadar kumpul-kumpul, melainkan sebagai instrumen untuk membedah tuntas kerja masing-masing satuan kerja.
"Ke depan, kegiatan coffee morning ini akan rutin diselingi dengan paparan dari masing-masing PJU Polda Sumsel," tegas Kapolda dalam keterangannya.
Ia melanjutkan, tujuannya agar semua pimpinan memahami program dan kendala tiap satker. Dengan begitu, masalah organisasi bisa diselesaikan bersama lewat komunikasi lintas fungsi.
Pertemuan yang dipimpin langsung oleh Kapolda itu bertempat di Ruangan Transit Lantai 1. Hadir mendampingi, Wakapolda Brigjen Pol Rony Samtana dan Irwasda Kombes Pol Feri Handoko Soenarso, plus seluruh PJU. Fokusnya jelas: mengukur profesionalisme personel lewat evaluasi tugas pokok dan fungsi masing-masing.
Dari paparan setiap pejabat, terlihat capaian target, hambatan di lapangan, dan tentu saja, dicari solusi untuk perbaikan ke depan. Kapolda sendiri punya penekanan khusus soal sumber daya manusia.
Baginya, profesionalisme Polri sangat bergantung pada kompetensi personelnya. Organisasi ini harus diisi oleh orang-orang yang benar-benar ahli di bidangnya. Makanya, pengelolaan kompetensi yang terarah bukan lagi pilihan, tapi keharusan mutlak.
Ia pun menginstruksikan setiap satker untuk segera memetakan kompetensi anggotanya. Hasil pemetaan itu nantinya jadi dasar penyusunan program pelatihan. Tujuannya satu: pengembangan kemampuan yang berkelanjutan.
"Pimpinan di setiap tingkatan bertanggung jawab memastikan anggotanya memiliki kemampuan yang mumpuni," ujarnya tegas. Kompetensi itu, lanjutnya, harus terus diasah. Agar personel selalu siap kerja, dan tugas bisa berjalan efektif serta efisien.
Di akhir acara, Sandi Nugroho menutup dengan pesan kunci. Untuk memajukan organisasi, kerja sendiri-sendiri mustahil membuahkan hasil. Di sisi lain, soliditas internal dan kolaborasi antarfungsi adalah pondasi utamanya. Ditambah komitmen kuat terhadap profesionalisme, barulah pelayanan kepada masyarakat bisa benar-benar optimal.
Artikel Terkait
Kerbau Albino Mirip Gaya Rambut Donald Trump Jadi Fenomena di Bangladesh Jelang Idul Adha
Tiga Ledakan Bertubi-Tubi Guncang KRL Duri-Tangerang, Penumpang Panik dan Histeris
Kemkomdigi Siapkan Langkah Mitigasi Gangguan Internet di Sitaro dan Sangihe Selama Restorasi Palapa Ring
Kemlu Gelar Laga Sepak Bola Persahabatan dengan Dubes Afrika Peringati Hari Afrika 2026