Operasi Ketupat 2026 resmi ditutup. Setelah berlangsung hampir dua pekan, tepatnya 13 hari, kepolisian mengakhiri gelaran tahunan ini pada Rabu malam, 25 Maret. Ada kabar baik di tengah lonjakan kendaraan: angka kematian akibat kecelakaan berhasil ditekan cukup drastis, turun lebih dari 30 persen dibanding tahun sebelumnya.
Pengumuman penutupan disampaikan langsung oleh Kakorlantas Polri, Irjen Agus Suryonugroho, di Semarang.
“Saya Kakorlantas Polri, atas seizin Bapak Kapolri malam ini secara resmi menutup Operasi Ketupat 2026,” ujarnya kepada awak media, Rabu (26/3) malam.
Agus, yang juga bertindak sebagai Kaopspus operasi ini, menilai situasi keamanan dan ketertiban selama Lebaran tahun ini relatif kondusif. Menurutnya, hasil ini tak lepas dari kerja sama yang apik antar berbagai pihak dan strategi pengaturan lalu lintas yang diterapkan secara presisi, sesuai arahan Kapolri Listyo Sigit Prabowo.
Ribuan posko disiagakan di titik-titik strategis, melibatkan lebih dari 161 ribu personel gabungan. Secara total, ada 2.746 posko yang beroperasi, terbagi dalam pos pengamanan, pelayanan, dan terpadu. Tujuannya satu: memberikan pelayanan optimal bagi para pemudik.
Data dari aplikasi IRSMS Korlantas menunjukkan tren yang menggembirakan. Kasus kecelakaan lalu lintas nasional turun 5,31 persen, dari 2.880 perkara di tahun 2025 menjadi 2.727 di tahun ini. Yang lebih penting, penurunan angka fatalitas alias korban meninggal justru lebih signifikan, mencapai 30,41 persen. Dari 342 orang tahun lalu, menjadi 238 orang pada operasi 2026.
“Selain itu, kecelakaan menonjol juga nihil selama periode operasi tahun ini,” tambah Irjen Agus.
Padahal, volume kendaraan justru meningkat. Di puncak arus mudik tanggal 18 Maret, tercatat 270.315 unit kendaraan melintas, naik 4,62% dari tahun 2025. Sementara puncak arus balik sehari sebelumnya, 24 Maret, malah lebih padat lagi dengan 256.338 kendaraan atau melonjak 14,87%.
Lalu, bagaimana bisa angka kecelakaan justru turun? Kuncinya ada pada strategi rekayasa lalu lintas yang dinamis dan terukur. Selama mudik, skema contraflow diterapkan di titik rawan seperti ruas tol Jakarta-Cikampek. Bahkan, puncaknya, Korlantas memberlakukan One Way Nasional Presisi yang membentang sangat panjang, dari Km 70 hingga Kalikangkung, demi mengurai kepadatan menuju Jawa Tengah.
Memasuki fase balik, polisi tak kalah lincah. Mereka memakai inovasi bernama One Way Lokal Presisi, atau One Way Sepenggal Presisi. Skema ini lebih fleksibel, diterapkan bertahap hanya di ruas-ruas tertentu yang benar-benar padat, tanpa menutup akses jalur sepenuhnya. Semua pergerakan ini dipantau real-time dari Command Center Korlantas, didukung perangkat canggih seperti ETLE Patrol Presisi, agar setiap keputusan di lapangan akurat.
Tak cuma soal teknis, operasi tahun ini juga mengedepankan sisi humanis. Program Mudik Gratis Polri Presisi memberangkatkan ribuan orang. Tim Urai dan Tim Public Address aktif membagikan bantuan langsung seperti makanan dan obat-obatan di jalan. Kapolri Listyo Sigit Prabowo sendiri beserta jajarannya turun langsung ke lapangan, memastikan segala berjalan lancar.
Pengamanan Belum Usai, KRYD Diperpanjang
Meski operasi resmi berakhir, pengamanan tidak serta-merta dicabut. Pasalnya, data menunjukkan masih ada sisa arus balik sekitar 42 persen yang belum kembali ke Jakarta. Makanya, sesuai perintah Kapolri, Polri akan melanjutkan pengawalan melalui Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD) hingga 29 Maret nanti.
“Tugas itu adalah kehormatan, kita tidak boleh lelah melayani masyarakat,” tegas Irjen Agus. “Kami Polri masih akan terus berada di lapangan... memastikan seluruh masyarakat yang mudik kembali ke rumah dengan aman.”
Di akhir pernyataannya, Agus menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya untuk semua personel yang bertugas tanpa lelah. Ia juga memuji sinergi antar pemangku kepentingan yang berjalan solid selama operasi.
Tak lupa, permintaan maaf disampaikan jika masih ada kekurangan. Evaluasi akan dilakukan agar operasi tahun depan bisa lebih baik lagi. Baginya, keberhasilan mewujudkan ‘Mudik Aman, Keluarga Bahagia’ ini adalah buah dari kerja keras bersama untuk rasa aman dan nyaman seluruh masyarakat.
Artikel Terkait
Puasa Sunnah Dzulhijjah 1447 H Dimulai 18 Mei 2026, Puasa Arafah Jatuh pada 26 Mei
Sepuluh Perwira Sespimmen Polri Jalani Kuliah Kerja Profesi di Polresta Mataram
Pemprov DKI Dorong Pemilahan Sampah dari Rumah demi Atasi Darurat Sampah Jakarta
Mantan Kasat Narkoba Polres Kubar Tersangka Narkoba, Diperiksa Bareskrim soal TPPU