Christhoper Natanael Raja
Jakarta – Target pemerintah untuk menyelesaikan 101 Sekolah Rakyat pada Juni 2026 diungkapkan oleh Kepala Kantor Staf Kepresidenan, Muhammad Qodari. Sekolah-sekolah ini nantinya bakal menampung siswa dari keluarga miskin ekstrem, tepat untuk menyambut tahun ajaran baru 2026/2027 di bulan Juli.
Fasilitasnya? Cukup lengkap. Mulai dari asrama, layanan kesehatan, sampai sarana belajar digital. Semua diberikan secara gratis. “Sehingga dapat digunakan untuk tahun ajaran baru 2026/2027 yang dimulai pada Juli 2026,” jelas Qodari dalam keterangan tertulisnya, Kamis (26/3/2026).
Menurutnya, proyek ini adalah bagian dari tahap kedua Sekolah Rakyat permanen. Pembangunannya sudah berjalan sejak tahun lalu. Dan hingga awal 2026 ini, progresnya disebut sesuai jadwal. Mereka mengejar target penyelesaian pada 20 Juni mendatang.
Ini kan kelanjutan dari tahap pertama, yang dulu lebih bersifat rintisan. Nah, awalnya sih rencananya dibangun 104 sekolah. Tapi, tiga lokasi di Malang, Lampung Selatan, dan Aceh Singkil agak tertunda. Pembangunannya baru akan dimulai Oktober 2026. Jadi, 101 sekolah lainnya diprioritaskan dulu.
Penyebarannya cukup merata. Empat puluh titik ada di Pulau Jawa, 26 di Sumatra, lalu 12 di Kalimantan. Sulawesi dapat 16 lokasi. Sementara Bali dan Nusa Tenggara dapat tiga, Maluku empat, dan Papua tiga lokasi.
Artikel Terkait
Arus Balik Lebaran 2026: Kedatangan Penumpang di Stasiun Jakarta Capai 52.471 Orang
OJK Prediksi Dua hingga Tiga Bank Naik Kelas ke KBMI 4 pada 2026
Timnas Indonesia Hadapi Saint Kitts and Nevis, Beckham Putra Siap Perjuangkan Tempat
Marshanda Dukung Proses Pencarian Jati Diri Putrinya Lepas Hijab