“Sebaran ini mencerminkan upaya pemerataan akses pendidikan, termasuk di daerah tertinggal dan kepulauan,” kata Qodari.
Di sisi lain, program ini tak cuma soal pendidikan. Dampak ekonominya juga cukup signifikan. Pembangunan tahap kedua ini diperkirakan bakal menyerap sekitar 58 ribu tenaga konstruksi. Belum lagi nanti, saat sekolah beroperasi, akan terbuka lapangan kerja untuk sekitar 5.200 tenaga pendidik.
Setiap sekolahnya dirancang untuk menampung sekitar 1.080 siswa per tahun. Saat ini, pengerjaan fisik ditangani oleh Kementerian PUPR lewat Ditjen Prasarana Strategis, dengan melibatkan BUMN Karya dan juga pihak swasta.
Intinya, Sekolah Rakyat ini adalah program pendidikan gratis dari SD sampai SMA. Sasaran utamanya adalah masyarakat di desil 1 dan 2 berdasarkan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Tujuannya jelas: memperluas akses sekaligus mendongkrak kualitas pendidikan di Indonesia.
Editor: Redaktur TVRINews
Artikel Terkait
Arus Balik Lebaran 2026: Kedatangan Penumpang di Stasiun Jakarta Capai 52.471 Orang
OJK Prediksi Dua hingga Tiga Bank Naik Kelas ke KBMI 4 pada 2026
Timnas Indonesia Hadapi Saint Kitts and Nevis, Beckham Putra Siap Perjuangkan Tempat
Marshanda Dukung Proses Pencarian Jati Diri Putrinya Lepas Hijab