"Kalau diliburkan kan dipilih yang dampaknya paling kecil ke produktivitas," jelas Purbaya. "Jumat kan paling pendek jam kerjanya, jadi loss-nya paling kecil."
Kebijakan ini juga dikaitkan dengan target pemerintah memangkas konsumsi BBM hingga 20 persen. Memang, proyeksi penurunan penggunaan bahan bakar akan terjadi. Tapi Purbaya mengingatkan, kita harus lihat gambaran yang lebih luas, terutama dari sisi penerimaan negara.
Baginya, keuntungannya mungkin tidak cuma dari penghematan BBM. "Hemat saya mungkin enggak di sananya," katanya. "Karena ekonomi aktifnya naik, bisnis naik cepat, konsumsi naik. Tapi kalau pajak saya juga naik, selaras dengan itu kan saya untung juga."
Intinya, pemerintah sudah melakukan evaluasi menyeluruh. Tujuannya jelas: memastikan kebijakan WFH ini tidak sampai mengganggu stabilitas fiskal negara. Semuanya tampak sudah dipertimbangkan matang, tinggal menunggu pengumuman resminya saja.
Artikel Terkait
Jasa Marga Beri Diskon 30% Tarif Tol di Sembilan Ruas untuk Arus Balik Lebaran
Menhub Kaji Penguatan Aturan Truk Tiga Sumbu Usai Temukan Pelanggaran
China Umumkan 10 Kemajuan Sains Teratas 2025, Termasuk Sampel Bulan dan Reaktor Fusi
Iran Tegaskan Tolak Negosiasi dengan AS, Sebut Perang Akan Berlanjut