Tere Liye Soroti Respons Bencana: Rakyat Tak Tahu Terima Kasih atau Pemerintah yang Abai?

- Rabu, 03 Desember 2025 | 10:20 WIB
Tere Liye Soroti Respons Bencana: Rakyat Tak Tahu Terima Kasih atau Pemerintah yang Abai?

Saya belum pernah melihat rakyat yang sedemikian tak tahu terima kasihnya, selain di Indonesia ini.

Lihat saja bagaimana pemerintah sudah berusaha maksimal menolong korban banjir di Aceh, Sumut, dan Sumbar. Presiden datang sendiri ke lokasi. Di seluruh dunia, mana ada presiden yang turun langsung ke daerah banjir seperti itu? Sungguh merakyat. Sangat rendah hati dan penuh kepedulian. Para pejabat lain pun berdatangan. Ada yang menggendong karung beras, membantu menyikat lantai. Ada yang tampil gagah dengan rompi khusus, sibuk menunjuk-nunjuk kesana kemari. Tak ketinggalan, yang sibuk mengunggah ucapan duka atau merekam video untuk dokumentasi.

Sebenarnya, apa lagi yang kurang? Rakyat Indonesia ini, maaf, benar-benar tidak tahu balas budi.

Lalu minta ditetapkan sebagai bencana nasional? Itu lebay banget! Keadaan di lapangan nggak separah yang ramai di media sosial. Rumah cuma terendam satu dua senti, pagar baret sedikit. Parah apanya? Lebih baik joget saja. Lagipula, jumlah korbannya berapa sih? Hanya ratusan orang yang meninggal. Padahal, setiap harinya di Indonesia ada sekitar 3000 kematian. Kemarin 3000, hari ini juga 3000, besok pun sama. Mau ada bencana atau enggak, orang tetep aja mati.

Jadi, jangan berlebihan.

Ngomong-ngomong soal usulan bencana nasional, kalian paham nggak implikasinya ke anggaran negara?

Begitu Keputusan Presiden diteken, wah, pemerintah wajib memberi bantuan perbaikan rumah dan lain-lain. Bukan sekadar bantuan sukarela lagi, tapi kewajiban. Padahal, untuk bencana yang belum ditetapkan sebagai nasional saja, bantuannya bisa mencapai triliunan rupiah. Apalagi kalau statusnya naik. Banjir di Aceh, Sumut, dan Sumbar ini kalau jadi bencana nasional, bisa-bisa menguras puluhan triliun untuk santunan dan pemulihan.

Di sisi lain, pemerintah sedang fokus pada MBG. Program ini, bagi saya, adalah yang terhebat di seluruh Bima Sakti. Kena bencana? MBG solusinya. Ingin pendidikan lebih baik? MBG jawabannya. Impian Indonesia sejahtera? MBG lagi. Bahkan untuk masalah kesehatan atau kerusakan hutan, MBG selalu jadi obatnya. Intinya, apapun masalahmu, MBG-lah penyelamatnya.

Oh ya, jangan lupa ada AI, blockchain, hilirisasi, dan Koperasi Merah Putih. Belum lagi, Prabowo sudah memerintahkan pembukaan 1 juta lahan pertanian baru di Papua! Tebang saja hutan-hutan di sana. Soalnya kalau di Sumatera, sedang ada sedikit ketidakcocokan dengan warganya. Tunggu saja satu dua tahun lagi, mereka pasti sudah sibuk joget-joget lagi dan melupakan segalanya.

(By TERE LIYE)

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar