CERN Sukses Pindahkan Antimateri untuk Pertama Kalinya dalam Sejarah

- Kamis, 26 Maret 2026 | 04:15 WIB
CERN Sukses Pindahkan Antimateri untuk Pertama Kalinya dalam Sejarah

Selasa lalu, di kompleks laboratorium CERN di Jenewa, sebuah truk melakukan perjalanan singkat yang luar biasa. Di atasnya, bukan barang biasa, melainkan sebuah perangkap berisi 92 antiproton. Ini bukan sekadar pindah alat, tapi sejarah: untuk pertama kalinya di dunia, antimateri berhasil dipindahkan.

Bagi yang belum akrab, antimateri itu ibarat bayangan cermin dari materi biasa. Sifatnya berlawanan, dan ketika bertemu dengan materi biasa, keduanya lenyap dalam sekejap. Itulah mengapa menyimpan dan memindahkannya adalah tantangan gila-gilaan. Para ilmuwan di CERN harus ekstra hati-hati. Partikel antiproton itu dijebak dalam botol khusus, dikungkung oleh medan magnet kuat agar tidak menyentuh dinding wadah dan musnah.

Nah, kenapa repot-repot memindahkannya? Ternyata, "pabrik antimateri" tempat antiproton dibuat punya keterbatasan. Medan magnet di sana fluktuatif, mengganggu ketepatan pengukuran.

“Mesin-mesin di pabrik antimateri menghasilkan fluktuasi medan magnet yang membatasi seberapa jauh kami dapat meningkatkan pengukuran berpresisi,” jelas Stefan Ulmer, juru bicara uji coba.

Intinya, untuk mempelajari antiproton dengan lebih teliti, mereka harus keluar dari rumahnya sendiri. Eksperimen ini perlu dipindah ke lab lain yang lebih tenang.

Christian Smorra, yang memimpin proyek ambisius ini, sudah memandang jauh ke depan. Tujuan pertama mereka adalah Universitas Heinrich Heine di Dusseldorf, Jerman. Perjalanan daratnya sendiri, kata Smorra, bakal memakan waktu minimal delapan jam delapan jam penuh kecemasan dan harapan.

“Apa yang kami capai hari ini dengan antiproton merupakan lompatan besar menuju tujuan kami,” tutur Smorra, penuh keyakinan.

Jadi, bayangkan saja. Sebuah truk melintasi pelataran pusat sains terkemuka dunia, membawa harta karun paling reaktif dan misterius di alam semesta. Perjalanan singkat itu bukan cuma soal meter, tapi membuka jalan bagi penemuan-penemuan baru yang mungkin suatu hari nanti mengubah pemahaman kita tentang realitas.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar