Selasa lalu, di kompleks laboratorium CERN di Jenewa, sebuah truk melakukan perjalanan singkat yang luar biasa. Di atasnya, bukan barang biasa, melainkan sebuah perangkap berisi 92 antiproton. Ini bukan sekadar pindah alat, tapi sejarah: untuk pertama kalinya di dunia, antimateri berhasil dipindahkan.
Bagi yang belum akrab, antimateri itu ibarat bayangan cermin dari materi biasa. Sifatnya berlawanan, dan ketika bertemu dengan materi biasa, keduanya lenyap dalam sekejap. Itulah mengapa menyimpan dan memindahkannya adalah tantangan gila-gilaan. Para ilmuwan di CERN harus ekstra hati-hati. Partikel antiproton itu dijebak dalam botol khusus, dikungkung oleh medan magnet kuat agar tidak menyentuh dinding wadah dan musnah.
Nah, kenapa repot-repot memindahkannya? Ternyata, "pabrik antimateri" tempat antiproton dibuat punya keterbatasan. Medan magnet di sana fluktuatif, mengganggu ketepatan pengukuran.
“Mesin-mesin di pabrik antimateri menghasilkan fluktuasi medan magnet yang membatasi seberapa jauh kami dapat meningkatkan pengukuran berpresisi,” jelas Stefan Ulmer, juru bicara uji coba.
Artikel Terkait
Deschamps Konfirmasi Kylian Mbappe Siap Diturunkan Lawan Brasil
BMKG Waspadakan Potensi Hujan Disertai Kilat di Jabodetabek Hari Ini
Pemuda di Tuban Aniaya Ayah dan Adik Gara-gara Tak Diberi Uang Rp20 Ribu
BMKG Prakirakan Hujan Guyur Jakarta Sepanjang Hari Ini