Konflik di Timur Tengah memang belum reda, dan situasi di Selat Hormuz masih jadi sorotan. Nah, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, baru-baru ini memberi penjelasan soal status jalur pelayaran strategis itu. Intinya, dia bilang Selat Hormuz tidak sepenuhnya ditutup. Tapi, ada catatan penting: selat itu hanya akan tertutup untuk musuh Iran.
Pernyataan itu disampaikan Araghchi kepada Aljazeera, Kamis lalu. Menurut dia, dari sudut pandang Teheran, situasinya jelas.
"Selat Hormuz, dari sudut pandang kami, tidak sepenuhnya tertutup - selat ini hanya tertutup bagi musuh," tegas Araghchi.
Dia bersikukuh tak akan membuka akses bagi kapal-kapal yang dianggap bermusuhan, termasuk sekutu mereka. Namun begitu, Araghchi menyebut pihaknya sudah menyiapkan jalur aman. Jalur itu khusus untuk negara-negara yang bersahabat, agar mereka bisa melintas dengan leluasa.
"Tidak ada alasan untuk mengizinkan kapal-kapal musuh kami dan sekutu mereka lewat," katanya lagi.
"Angkatan bersenjata Teheran telah memberikan jalur aman bagi kapal-kapal dari negara-negara sahabat," imbuhnya.
Sebelum perang berkecamuk, Selat Hormuz adalah urat nadi perdagangan energi global. Bayangkan, hampir 20 juta barel minyak mengalir melintasinya setiap hari. Jalur sempit itu vital bagi pasokan dunia.
Tapi sejak awal Maret, situasinya berubah drastis. Aktivitas pelayaran di sana dibatasi secara efektif. Imbasnya langsung terasa: biaya pengiriman melonjak, dan harga minyak global ikut terdorong naik. Gangguan ini memicu kekhawatiran di pasar internasional, menambah daftar masalah dari konflik yang berkepanjangan.
Jadi, meski tidak ada penutupan total, suasana di Selat Hormuz tetap mencekam. Kebijakan "hanya untuk kawan, tertutup untuk lawan" dari Iran ini membuat navigasi di perairan itu jadi rumit dan penuh perhitungan.
Artikel Terkait
Harga Emas Batangan Pegadaian Hari Ini: UBS Turun Tipis, Galeri 24 Naik
UE Blokir Pendanaan untuk Inverter Surya China karena Khawatir Risiko Keamanan Jaringan Listrik
Inggris Panggil Dubes Tiongkok Usai Vonis Spionase untuk Hong Kong
Wamendagri Dorong HIPMI Jadi Mitra Strategis Kepala Daerah Kembangkan Ekonomi Kreatif