Arus Balik Lebaran 2026 Capai Rekor Tertinggi, 256 Ribu Kendaraan Padati Jalan

- Rabu, 25 Maret 2026 | 14:40 WIB
Arus Balik Lebaran 2026 Capai Rekor Tertinggi, 256 Ribu Kendaraan Padati Jalan

Puncak arus balik Lebaran tahun ini benar-benar luar biasa padat. Korlantas Polri mencatat angka yang fantastis: 256 ribu kendaraan memadati jalan pada Selasa (24/3/2026). Jumlah ini, menurut mereka, adalah yang tertinggi sepanjang sejarah pemantauan arus mudik dan balik.

Kakorlantas Polri, Irjen Agus Suryonugroho, mengonfirmasi data tersebut di Jakarta, Rabu lalu.

"Arus balik puncaknya adalah 256 ribu," ujarnya.

Agus kemudian membeberkan perbandingan dengan tahun sebelumnya. Lonjakannya cukup signifikan. "Ini juga terbanyak arus balik sepanjang sejarah. Karena tahun lalu adalah 223.163, jadi ada peningkatan 14,8 persen," jelas Agus. Peningkatan hampir 15 persen itu tentu saja menjadi tantangan berat bagi pengelola lalu lintas.

Menyikapi kepadatan ekstrem itu, pihak kepolisian pun mengambil langkah. Rekayasa lalu lintas dengan sistem satu arah, baik skala lokal maupun nasional, diterapkan untuk mengurai kemacetan. Strategi itu rupanya membuahkan hasil.

"Sehingga tadi malam cukup padat, namun terkendali. Sampai di Cikampek juga demikian, terkelola dengan baik," kata Agus. Dia juga menyebut pemanfaatan Tol Fungsional Japek 2 berhasil mengelola arus crossing dari Jawa Barat yang masuk ke Cikampek.

Namun begitu, situasi yang mulai mereda membuat Korlantas mengambil keputusan. Mereka menghentikan rekayasa one way di ruas Tol Kalikangkung (KM 414) hingga Brebes (KM 263).

Alasannya sederhana: volume kendaraan yang menuju Jakarta sudah mulai berkurang. "Kondisi arus lalu lintas mulai landai. Jadi cukup terkendali, oleh sebab itu seizin Bapak Kapolri, jam sepuluh tadi kami melakukan sosialisasi,” papar Agus.

Sosialisasi berjalan sekitar dua jam. Setelah itu, petugas langsung membersihkan dan mensterilisasi jalur sebelum skema satu arah benar-benar dihentikan. Dengan demikian, jalur dari Pejagan menuju Semarang kembali beroperasi normal.

Tapi, bukan berarti semua rekayasa dicabut. Agus menambahkan, skema one way masih berlaku untuk ruas tol berikutnya.

"Jadi kami akan cabut untuk one way nasional lokal dari KM 414 sampai KM 263. Jadi akan kita cabut, tetapi dari 263 sampai 70 masih berlangsung untuk one way lokal tahap kedua," tandasnya.

Jadi, perjalanan dari Brebes menuju Cikampek (KM 70) masih akan menggunakan sistem satu arah untuk sementara. Sebuah upaya terukur untuk menjaga kelancaran, meski puncak arus balik yang bersejarah itu telah terlampaui.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar