Meta, tentu saja, tidak terima. Lewat juru bicaranya, mereka menyatakan akan mengajukan banding.
Di ruang pengadilan, pengacara Meta berargumen bahwa perusahaan telah terbuka soal risikonya dan berupaya membersihkan konten berbahaya. Mereka mengakui, meski sudah berusaha, beberapa materi buruk tetap bisa lolos.
Kasus di New Mexico ini cuma satu dari sekian banyak gugatan hukum yang sedang dihadapi perusahaan media sosial belakangan ini. Tekanan semakin besar. Di tempat terpisah, lebih dari 40 jaksa agung negara bagian menggugat Meta dengan tuduhan serupa: bahwa mereka merancang fitur di Instagram dan Facebook yang bikin ketagihan, dan itu berkontribusi pada krisis kesehatan mental anak muda.
Gelombang tuntutan ini jelas jadi pertanda. Dunia mulai mempertanyakan tanggung jawab sosial dari platform digital yang telah menjadi bagian keseharian kita.
Artikel Terkait
Friderica Widyasari Dewi Resmi Dilantik sebagai Ketua Dewan Komisioner OJK Periode 2026-2032
Pemerintah Rampungkan Skema WFH untuk ASN, Tunggu Pengumuman Resmi
Gus Yaqut Diperiksa KPK sebagai Tersangka Kasus Korupsi Kuota Haji
KPK Periksa Gus Yaqut Kembali untuk Percepat Penyidikan Kasus Kuota Haji