Kapal patroli V-1027 Upang milik Ditpolairud Polda Sumsel kini tampil beda. Fungsi utamanya tak lagi sekadar berkeliling menjaga keamanan perairan. Kini, kapal itu telah berubah wujud menjadi sebuah ambulans apung yang siap melayani panggilan darurat.
Inovasi ini muncul bukan tanpa alasan. Coba lihat peta Sumatera Selatan. Wilayahnya didominasi oleh sungai dan rawa. Bagi warga yang tinggal di tepian Sungai Musi dan daerah terpencil sekitarnya, akses ke rumah sakit seringkali jadi mimpi buruk. Butuh waktu lama, transportasi sulit. Kondisi darurat medis? Risikonya sangat tinggi.
Nah, ambil contoh warga di Desa Upang, Kabupaten Banyuasin. Selama ini, jika ada keluarga yang butuh pertolongan medis segera, perjuangan mereka sungguh berat. Dengan hadirnya ambulans terapung ini, harapannya proses evakuasi bisa lebih cepat dan terintegrasi.
Kapolda Sumsel, Irjen Sandi Nugroho, menegaskan langkah ini sebagai bukti nyata kehadiran negara.
"Kami ingin memastikan bahwa masyarakat di wilayah perairan juga mendapatkan akses layanan kesehatan yang cepat dan layak. Ini adalah bentuk nyata kehadiran negara," tegas Sandi, Rabu lalu.
Kapal yang sudah dimodifikasi ini dilengkapi fasilitas yang cukup lengkap. Ada ruang khusus untuk pasien, tandu darurat, plus perlengkapan medis dasar dan tabung oksigen. Yang tak kalah penting, sistem komunikasinya memungkinkan koordinasi langsung dengan rumah sakit tujuan. Kru dari Polairud sendiri siaga 24 jam, siap merespons panggilan darurat kapan saja.
Begini kira-kira alur kerjanya. Tim akan menjemput pasien dari dermaga terdekat, lalu membawanya menyusuri sungai menuju rumah sakit rujukan di Palembang. Perjalanan itu biasanya memakan waktu sekitar satu jam. Cukup signifikan menghemat waktu dibandingkan cara lama. Sejauh ini, ambulans apung sudah menangani sejumlah kasus. Mulai dari persalinan darurat, penyakit mendadak, hingga evakuasi anak-anak yang butuh penanganan serius.
Fungsinya bahkan meluas. Tak cuma untuk pasien hidup, kapal ini juga dipakai untuk evakuasi jenazah warga dari lokasi yang sulit dijangkau.
Menurut Dir Polairud Polda Sumsel, Kombes Heru Agung Nugroho, peran kepolisian memang harus terus berkembang. "Kapal patroli kami manfaatkan secara optimal untuk membantu masyarakat. Ini adalah bagian dari transformasi pelayanan Polri," ujarnya.
Di sisi lain, Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Nandang Mu'min Wijaya, menyebut inovasi ini sebagai implementasi nyata dari program Presisi Polri. "Polda Sumsel berkomitmen untuk terus menghadirkan pelayanan yang dirasakan langsung oleh masyarakat, termasuk di wilayah terpencil," ungkap Nandang.
Ke depan, rencananya bakal ada pengembangan lagi. Polda Sumsel bersama instansi terkait sedang mematangkan konsep Klinik Terapung. Tujuannya jelas, menjangkau lebih banyak lagi desa-desa di wilayah perairan. Untuk saat ini, kehadiran ambulans apung ini sudah memberi angin segar. Akses kesehatan membaik, dan yang utama, kepercayaan masyarakat terhadap polisi di daerah terpencil perlahan menguat.
Komitmennya jelas: inovasi pelayanan publik harus terus digalakkan. Agar semua masyarakat, di mana pun mereka berada, merasakan perlindungan dan pelayanan yang optimal.
Artikel Terkait
77 Jemaah Haji Indonesia Masih Dirawat Intensif di Arab Saudi, 20 Meninggal
Penataan Jalan Rasuna Said Rampung Juni 2026, DKI Siapkan Lokasi Baru Car Free Day
Polri Bongkar Sindikat Judi Online Internasional di Jakarta Barat, 321 WNA Diamankan
Ribuan Warga Padati Kawasan H.R. Rasuna Said dalam Deklarasi Pilah Sampah dan Pencanangan HUT ke-499 Jakarta