Koridor Jalan H.R. Rasuna Said, yang selama ini dikenal sebagai pusat bisnis dan diplomasi, berubah wajah menjadi ruang publik yang semarak pada Sabtu malam, 9 Mei 2026. Ribuan warga memadati area tersebut untuk menghadiri Deklarasi Gerakan Pilah Sampah dan Pencanangan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-499 Kota Jakarta. Kawasan yang identik dengan gedung perkantoran dan kantor kedutaan itu disulap menjadi area festival yang menghadirkan hiburan musik, aktivasi komunitas, serta kampanye lingkungan.
Berdasarkan pantauan di lokasi, sejak pukul 18.55 WIB, warga tampak memadati Pedestrian Plaza Festival Kuningan. Mereka menikmati pertunjukan musik, kuliner, dan berbagai instalasi yang menampilkan perjalanan Jakarta dari masa ke masa. Meskipun sempat diguyur hujan, antusiasme pengunjung tidak surut untuk menyaksikan rangkaian hiburan yang berlangsung hingga malam hari.
Salah seorang pengunjung, Azmi, yang berasal dari Medan, mengaku mengetahui acara tersebut dari media sosial. Ia tertarik hadir setelah melihat berbagai hiburan yang ditawarkan dalam unggahan tersebut.
"Apa yang paling menarik ketika dua hari yang lalu ini FYP di medsos aku ya di Instagram. Aku lihat di Disparekraf Jakarta, aku mulai lihat-lihat dulu. Karena kalau nggak menarik, kita nggak pengen datang kan gitu," kata Azmi kepada wartawan di Plaza Festival Kuningan.
"Apalagi anak generasi muda sekarang. Aku lihat banyak menariknya ya, dari segi hiburan, entertain khususnya. Dan yang paling bikin magnet aku hadir malam ini Pee Wee Gaskins," lanjutnya.
Azmi berharap Jakarta terus berkembang menjadi kota yang lebih baik, baik dari sisi penataan ruang maupun keharmonisan masyarakat yang berasal dari beragam latar belakang budaya. Menurutnya, keberagaman budaya justru menjadi kekuatan yang harus dijaga.
"Harapannya pasti, semoga Jakarta menjadi kota yang lebih baik lagi. Baik dari segi penataan ruang tata kota. Yang kedua keharmonisan masyarakat. Itu juga nggak kalah penting, karena di sini banyak warga asli," ujarnya.
"Salah satunya kita juga sayang sama teman-teman Betawi. Tapi banyak juga masyarakat Indonesia dari culture daerah yang lain, justru kita harus saling damai untuk Jakarta lebih menyala," sambungnya.
Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Keuangan Sekda Provinsi DKI Jakarta, Suharini Eliawati, menjelaskan bahwa penyelenggaraan acara ini memiliki dua konsep utama. Pertama, memperkenalkan penataan kawasan H.R. Rasuna Said kepada masyarakat, termasuk progres pemotongan tiang monorel yang telah mangkrak selama 21 tahun dan ditargetkan rampung pada Juni 2026. Kedua, meluncurkan gerakan "Jaga Jakarta Bersih: Pilah Sampah" yang mendorong keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan sampah sejak dari sumbernya.
"Sebagaimana kita ketahui, sampah itu tidak hanya menjadi tanggung jawabnya Pemprov, tidak menjadi tanggung jawabnya pemerintah saja, tapi kita libatkan masyarakat sejak dari hulunya, nah besok pencanangannya. Ada yang namanya besok itu deklarasi masyarakat membacakan deklarasi untuk pilah sampah, kemudian Insya Allah mudah-mudahan besok dihadiri oleh Pak Menko Pangan sama Pak Menteri Lingkungan Hidup," ujarnya.
Suharini menambahkan, koridor H.R. Rasuna Said dipilih karena memiliki nilai historis sekaligus strategis sebagai pusat diplomasi dan ekonomi Jakarta. Pemprov Jakarta berharap penataan kawasan ini dapat menghidupkan kembali pertumbuhan ekonomi di sekitar Pasar Festival.
"Jadi kalau kita tahu H.R. Rasuna Said itu adalah tokoh pahlawan nasional wanita, itu yang pertama yang ingin kita sampaikan kembali. Kemudian yang kedua adalah ternyata sepanjang koridor H.R. Rasuna Said itu ada hubungan diplomatik yang erat. Ada kantor-kantor kedutaan, ada pusat ekonomi yang ada di sini," jelasnya.
"Kita menginginkan setiap kali kita pencanangan itu kemudian timbul hub-hub baru. Tahun lalu teman-teman ingat tentu kita buka di Blok M Hub, kemudian kan happening gitu ya pertumbuhan ekonominya juga menjadi menyebar, kita menginginkan kembali," imbuhnya.
Lebih lanjut, Suharini mengatakan bahwa Pemprov Jakarta ingin agar pencanangan HUT ke-499 Jakarta dan gerakan pilah sampah tidak hanya menjadi program pemerintah, melainkan gerakan bersama seluruh masyarakat. Menurutnya, Jakarta adalah milik semua pihak sehingga setiap warga diharapkan ikut bertanggung jawab dan berpartisipasi menyambut Jakarta menuju usia lima abad.
Rangkaian acara Deklarasi Gerakan Pilah Sampah dan Pencanangan HUT ke-499 Kota Jakarta masih akan berlanjut pada Minggu, 10 Mei. Pada pagi hari, warga dapat mengikuti kegiatan olahraga bersama. Sementara itu, pada sore hingga malam hari kembali digelar pertunjukan musik, aktivasi komunitas, serta kampanye pilah sampah.
Acara ini terbuka untuk umum dan dapat dihadiri secara gratis di kawasan Pedestrian Plaza Festival Kuningan. Pemprov DKI Jakarta mengajak masyarakat untuk turut meramaikan perayaan sekaligus berpartisipasi dalam gerakan menjaga kebersihan kota menjelang Jakarta memasuki usia lima abad.
Artikel Terkait
252 Siswa di Jakarta Timur Diduga Keracunan Menu Makan Bergizi Gratis, 26 Masih Dirawat
Pemerintah Pusat Gelontorkan Rp70 Miliar Perbaiki ‘Jalan Seribu Lubang’ di Sumbar yang Telah 10 Tahun Rusak
Polda Metro Mediasi Perkara Ketenagakerjaan, Perusahaan Bayar Kekurangan Upah dan Pesangon Pekerja
77 Jemaah Haji Indonesia Masih Dirawat Intensif di Arab Saudi, 20 Meninggal