Faith, Kris Tomahu, dan Liliana Tanoesoedibjo Rilis Lagu Rohani “Dengarkanlah Doa Kami”

- Sabtu, 09 Mei 2026 | 22:15 WIB
Faith, Kris Tomahu, dan Liliana Tanoesoedibjo Rilis Lagu Rohani “Dengarkanlah Doa Kami”

Penyanyi Faith dan Kris Tomahu berkolaborasi dengan Liliana Tanoesoedibjo dalam sebuah karya musik rohani terbaru berjudul “Dengarkanlah Doa Kami”. Lagu ini menjadi bagian dari album rohani “The Heart Of Worship” dan merupakan trek keempat yang dirilis dari rangkaian album tersebut.

Dirilis pada 30 April 2026, lagu ini mengusung tema tentang harapan manusia agar segala permohonan yang telah disampaikan melalui doa dapat didengar dan dikabulkan oleh Tuhan. Melalui lirik yang sarat makna personal, Liliana Tanoesoedibjo mencoba menggambarkan pergulatan batin seseorang ketika menyerahkan setiap keinginannya dalam doa.

Menariknya, pesan yang terkandung dalam lagu ini juga memiliki resonansi emosional yang kuat bagi Faith dan Kris Tomahu. Keduanya mengaku memiliki ikatan batin yang mendalam dengan makna yang disampaikan dalam lagu tersebut.

“Menurut aku, doa adalah salah satu cara komunikasi kita kepada Tuhan dan bentuk kita mengandalkan Tuhan,” ujar Faith. Ia menambahkan bahwa lagu ini mengingatkannya untuk senantiasa berserah diri terhadap setiap keputusan yang diberikan oleh Tuhan.

Sementara itu, lagu “Dengarkanlah Doa Kami” tidak hanya tersedia di platform streaming digital dan lirik video. Sebuah video musik resmi juga telah dirilis melalui kanal YouTube HITS Records pada Jumat, 8 Mei 2026. Video musik tersebut menyajikan narasi yang hangat dan memperkuat pesan utama lagu tentang doa sebagai napas kehidupan, sesuai dengan keyakinan yang dipegang oleh Liliana Tanoesoedibjo.

Melalui kolaborasi duet yang istimewa ini, Kris Tomahu berharap lagu “Dengarkanlah Doa Kami” dapat menjadi penguat sekaligus doa bagi mereka yang sedang menantikan jawaban atas setiap pergumulan hidupnya.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar