Perayaan pencanangan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-499 Jakarta di Plaza Festival, kawasan HR Rasuna Said, diharapkan menjadi cikal bakal terbentuknya pusat kegiatan atau hub baru di ibu kota. Langkah ini merupakan kelanjutan dari keberhasilan pembentukan Blok M Hub pada tahun sebelumnya.
“Kita menginginkan setiap kali kita pencanangan, itu kemudian timbul hub-hub baru. Tahun lalu, teman-teman ingat tentu kita buka di Blok M Hub. Sekarang kita pilih di Rasuna Said,” ujar Asisten Perekonomian dan Keuangan Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta, Suharini Eliawati, saat ditemui di Plaza Festival, Sabtu, 9 Mei 2026.
Pemilihan koridor HR Rasuna Said sebagai lokasi pencanangan bukan tanpa pertimbangan. Menurut Suharini, kawasan ini memiliki modalitas yang kuat, mulai dari nilai historis hingga kedekatan dengan pusat kegiatan internasional.
“Ternyata di sepanjang koridor Rasuna Said itu ada hubungan emblematik yang erat. Ada kantor-kantor kedutaan, ada pusat ekonomi di sini,” jelasnya.
Ia menambahkan, koridor tersebut memiliki hubungan emblematik yang erat dengan wajah Jakarta. Selain mengabadikan nama tokoh pahlawan nasional wanita, sepanjang jalan ini menjadi pusat konsentrasi kantor kedutaan besar negara sahabat serta pusat ekonomi.
“Nah ini kita buktikan janji kita memang belum selesai, karena memang janjinya sampai bulan Juni,” kata Suharini.
Sebagai bagian dari transformasi kawasan menuju hub baru, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mulai membenahi hambatan infrastruktur yang ada. Salah satu langkah nyata yang dilakukan adalah penyelesaian pembersihan tiang-tiang monorel yang telah mangkrak selama 21 tahun.
Pemprov DKI optimistis koridor Rasuna Said akan bertransformasi menjadi magnet ekonomi baru yang lebih modern dan sarat nilai sejarah.
Artikel Terkait
TNI Habema Gelar Layanan Kesehatan Gratis di Pelosok Papua Tengah
Banten Catatkan Diri sebagai Provinsi dengan Sekolah Swasta Gratis Terbanyak di Indonesia
Presiden Prabowo Bertekad Perbaiki Kesejahteraan Nelayan yang Kerap Terlupakan
Mahfud MD Nilai Pendekatan Militeristik Tak Lagi Cocok untuk Polri, Akademisi Sebut Sifat Semi-Militer Masih Diperlukan