Pembahasan Keterwakilan Perempuan di AKD DPR
Fraksi Golkar di DPR RI mengaku masih membahas persoalan keterwakilan perempuan untuk menduduki posisi pimpinan di alat kelengkapan dewan atau AKD. Sarmuji, sang Ketua Fraksi, menyebutkan bahwa Golkar bakal berkoordinasi lebih lanjut dengan fraksi-fraksi lain guna mencari kesepakatan penempatan kadernya.
"Kami siap tindak lanjuti. Kami akan koordinasi dengan pimpinan dan pimpinan fraksi lain," ujar Sarmuji kepada para wartawan, Jumat (21/11/2025).
Ia melanjutkan, "Karena butuh kesepakatan politik, fraksi apa memilih AKD mana untuk ditempatkan kader perempuan."
Menurut Sarmuji, penerapan aturan yang mewajibkan kuota 30% perempuan di jajaran pimpinan AKD ini jelas tak bisa diputuskan oleh satu pihak saja. Semuanya harus dibicarakan bersama-sama, melibatkan seluruh delapan fraksi yang ada di DPR. Soalnya, jumlah posisi yang harus diisi oleh kader perempuan itu terbatas hanya 30 persen dari lima pimpinan di setiap AKD. Jadi, perlu strategi dan pembagian yang adil.
Artikel Terkait
Damkar Bogor Sibuk Sepanjang 2025: Hampir 2.000 Aksi Penyelamatan dan Ratusan Kebakaran
Pos Ikonik Polres Tangsel di Epicon ICE BSD Raih Penghargaan Polda Metro Jaya
Gubernur Andra Soni Soroti Dua PLTSa sebagai Jawaban Darurat Sampah Tangsel
Polri Panen 3,5 Juta Ton Jagung, Dukung Target Swasembada Presiden