Sebanyak 252 siswa di Pulogebang, Jakarta Timur, dilaporkan mengalami gejala yang diduga kuat akibat keracunan makanan setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG). Dinas Kesehatan DKI Jakarta hingga saat ini masih melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap penyebab pasti dari insiden yang menghebohkan tersebut.
Dugaan sementara mengarah pada menu pangsit isi tahu yang disajikan kepada para siswa pada Jumat lalu. Selain melakukan pendataan terhadap seluruh siswa yang menunjukkan gejala, Dinkes DKI juga telah mengambil langkah lanjutan berupa pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan serta pembinaan terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang bertanggung jawab menyediakan makanan tersebut.
Dinkes DKI Jakarta mencatat bahwa pendataan dilakukan bersama Dinas Pendidikan setempat berdasarkan laporan yang masuk dari para orang tua siswa. Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Ani Ruspitawati, mengungkapkan bahwa angka tersebut merupakan jumlah orang tua yang melaporkan anak mereka mengalami gejala pada hari kejadian.
“Dinkes bersama Disdik mendata dari orang tua yang melaporkan anaknya bergejala pada Jumat kemarin, ada 252 yang melaporkan,” ujar Ani Ruspitawati, Sabtu (9/5/2026).
Dari total keseluruhan siswa yang dilaporkan mengalami gejala, sebanyak 188 di antaranya tercatat telah mengakses fasilitas kesehatan untuk mendapatkan penanganan medis. Sementara itu, hingga Sabtu (9/5/2026), sebanyak 26 siswa masih harus menjalani perawatan intensif di sejumlah rumah sakit yang tersebar di wilayah Jakarta dan Bekasi.
Artikel Terkait
Balita Hilang Terseret Arus Sungai Cisimeut di Lebak, Tim SAR Kerahkan Drone Thermal
Kekerasan Seksual Anak Kian Marak di Ruang Digital, Anak Minta Perlindungan Hukum Lebih Kuat
PKS Luncurkan Akademi Pemimpin Muda, Tekankan Kader Berlandaskan Spiritualitas Bukan Sekadar Kemenangan Elektoral
Polda Metro Gagalkan Peredaran 120 Rokok Elektrik Berisi Narkotika Etomidate di Cengkareng