Namun begitu, pujian terbesarnya ditujukan untuk para fans. Basis pendukung yang legendaris itu.
"Dan bagi para fans, saya tidak punya cukup kata untuk bersyukur kepada kalian. Kalian memberikan dukungan bagi saya dan berdiri bersama saya di masa-masa tersulit, itu sesuatu yang tidak akan saya lupakan dan akan selalu saya ingat," ujarnya penuh rasa terima kasih.
Ia menutup pesannya dengan kalimat yang mengharukan, sekaligus mengukuhkan ikatan abadi. "Perpisahan tidak pernah mudah, kalian memberikan momen terbaik dalam hidup saya, dan saya akan selalu menjadi salah satu dari kalian. Klub ini akan selalu menjadi rumah saya dan keluarga saya, terima kasih atas segalanya, karena kalian saya tidak akan pernah berjalan sendiri."
Statistiknya selama membela Liverpool sungguh fantastis. Datang dari AS Roma di tahun 2017 dengan harga yang kini terlihat murah, pria 33 tahun itu langsung menjadi mesin gol. Dari 435 penampilan, ia mencetak 255 gol dan membagikan 122 assist. Angka yang gila.
Prestasi timnya juga gemilang. Dua gelar Premier League, satu Liga Champions yang dramatis di Madrid, satu Piala FA, dua Piala Liga, plus gelar-gelar dunia seperti Piala Dunia Antarklub dan Community Shield. Secara pribadi, ia empat kali menjadi top skorer liga Inggris. Warisannya sudah tak terbantahkan.
Kini, era Salah di Liverpool memasili babak akhir. Anfield akan kehilangan salah satu putra terbaiknya. Dan sepak bola Inggris, kehilangan salah satu pemain terhebat dekade ini.
Artikel Terkait
Epic Games PHK 1.000 Karyawan, Disebut Akibat Tekanan Ekonomi
Arus Balik Lebaran di Tol Cipali Lancar Berkat Strategi Buka-Tutup Rest Area
OJK Tegaskan Fundamental Perbankan Tetap Solid Meski Ada Revisi Outlook
AS Kirim Proposal Damai ke Iran via Pakistan, Respons Teheran dan Israel Masih Belum Jelas