Setidaknya 15 orang dengan luka parah dilarikan ke Rumah Sakit Beilinson dan Ichilov untuk mendapat perawatan intensif.
Serangan ini bukan datang tiba-tiba. Ketegangan sudah memanas sejak akhir Februari lalu, ketika AS dan Israel memulai agresi militer ke Iran. Sebelum serangan besar Senin ini, sudah ada 18 warga Israel yang tewas dalam serangan balasan sebelumnya. Bahkan pada Jumat lalu, IDF sempat mendeteksi gelombang rudal lain yang mengarah ke wilayah Israel Tengah dan Yerusalem.
Di sisi lain, serangan ke Diego Garcia benar-benar di luar perkiraan banyak pihak. Dua rudal balistik jarak jauh meluncur menempuh jarak fantastis, sekitar 4.000 kilometer. Rudal yang diduga jenis Khorramshahr-4 ini tercatat sebagai salah satu yang tercanggih di arsenal Iran.
Meski begitu, laporan awal menyebutkan sebuah keberuntungan: tidak satu pun rudal yang benar-benar mengenai sasaran di pangkalan militer strategis tersebut. Analis menduga, serangan ini adalah bentuk protes keras Iran atas izin Inggris kepada AS untuk menggunakan Diego Garcia dalam operasi militer.
Kini, petugas keamanan Israel berjaga ketat. Area-area terdampak ditutup dengan garis polisi, mengantisipasi kemungkinan serangan susulan yang bisa datang kapan saja.
Dunia pun menahan napas. Eskalasi yang semakin liar ini membuat banyak pihak khawatir. Langkah-langkah diplomasi internasional ditunggu untuk meredam situasi, sebelum semuanya berubah menjadi perang terbuka yang lebih besar dan sulit dikendalikan.
Artikel Terkait
Lebaran di Kota Tua: Ramai Wisatawan dan Cerita Warga yang Pilih Tak Mudik
CEO BlackRock Peringatkan AI Berpotensi Perlebar Kesenjangan Kekayaan
Fabregas Persembahkan Kemenangan Telak Como untuk Almarhum Michael Bambang Hartono
Arus Balik Diprediksi Puncak Besok, Bakauheni Sudah Padat Sejak Hari Ini