Di tengah kesedihan yang bertumpuk, keluarga harus mengambil keputusan lain yang tak kalah pelik: soal pemakaman. Rencana awal memakamkan Anggi di TPU Bambu Apus akhirnya batal. Alasannya, lokasi itu rawan terendam banjir.
Pilihan akhir jatuh pada pemakaman keluarga di Pondok Ranggon. Namun, di sana pun tempat sudah sempit. Akhirnya, dengan berat hati, jenazah Anggi dimakamkan dalam satu liang lahat bersama sang ayah. Lokasinya tak jauh dari pusara sang nenek, Mpok Nori.
“Pertimbangannya karena di makam Pondok Ranggon sudah agak penuh, jadi mau nggak mau pertimbangannya ya tumpuk sama Bapak gitu,” jelas Dian, mencoba menerangkan situasi sulit yang mereka hadapi.
Hingga saat ini, suasana duka masih terasa sangat pekat. Keluarga besar, terutama ibu Dian, belum siap untuk banyak berbicara. Luka itu masih terlalu dalam.
“Intinya keluarga masih berduka, ya. Jadi, ibu saya juga untuk komunikasi sama rekan-rekan sekalian masih kurang enak gitu ya,” pungkas Dian, mengakhiri percakapan.
Artikel Terkait
Genangan Air Akibat Sampah Lumpuhkan Lajur Tol Jagorawi
Polisi Ungkap Rute Pelarian Tersangka Pembunuhan Cucu Mpok Nori
Arus Mudik H+1 Lebaran Masih Tinggi, Jasa Marga Imbau Atur Waktu Kepulangan
Polisi Tangkap WNI Irak Diduga Pelaku Pembunuhan Cucu Mpok Nori di Bambu Apus