Pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II Capai 15,54 Persen, Target 112 Ribu Siswa

- Senin, 23 Maret 2026 | 14:35 WIB
Pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II Capai 15,54 Persen, Target 112 Ribu Siswa

Progres pembangunan Sekolah Rakyat tahap kedua ternyata sudah mencapai 15,54 persen per 22 Maret 2026. Angka ini dilaporkan langsung oleh Kementerian PU, yang menargetkan proyek besar ini bisa menampung lebih dari 112 ribu siswa nantinya.

Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, menekankan bahwa ini adalah komitmen nyata pemerintah.

"Pembangunan Sekolah Rakyat ini adalah bentuk nyata komitmen pemerintah untuk membangun sumber daya manusia yang unggul. Kami memastikan fasilitas pendidikan ini dibangun secara cepat dan berkualitas," jelasnya dalam keterangan resmi Minggu lalu.

Kalau dilihat sebarannya, proyek ini benar-benar merata. Ada 104 lokasi yang tersebar di 32 provinsi, mencakup 102 kabupaten dan kota. Jawa Tengah, contohnya, punya 11 lokasi yang dibagi jadi dua wilayah kerja.

Untuk wilayah Jawa Tengah 1, pembangunannya meliputi Banyumas, Cilacap, Brebes, Wonosobo, dan Temanggung. Sementara itu, wilayah Jawa Tengah 2 menjangkau Jepara, Pati, Rembang, Sragen, Sukoharjo, plus Kota Semarang.

Nah, yang menarik, beberapa daerah justru punya progres lebih cepat dari rata-rata nasional. Kabupaten Sragen, misalnya, disebut-sebut punya perkembangan konstruksi yang cukup signifikan. Mereka bergerak lebih cepat dibandingkan daerah lain.

Di sisi lain, tentu saja ada tantangan. Kementerian PU mengakui masih ada kendala teknis di lapangan yang harus diatasi. Mulai dari persoalan lahan, akses menuju lokasi, sampai urusan pengiriman material. Makanya, koordinasi dengan pemda terus dikebut biar semua berjalan mulus dan tepat waktu.

Lalu, seperti apa wujud sekolahnya nanti? Rancangannya cukup ambisius. Setiap kawasan pendidikan terpadu ini akan dibangun di lahan seluas 5 hingga 10 hektar. Bukan cuma ruang kelas biasa, tapi ruang kelas berbasis teknologi. Lengkap dengan laboratorium keterampilan, perpustakaan, dan pusat pembelajaran digital. Bahkan, disiapkan juga asrama untuk siswa dan guru.

Fasilitas pendukungnya juga dipikirkan matang. Ada kantin sehat, klinik, lapangan olahraga, sampai ruang untuk kegiatan ekstrakurikuler. Mereka juga menyisipkan ruang terbuka hijau. Tujuannya jelas: menciptakan lingkungan belajar yang tidak hanya canggih, tapi juga nyaman dan menyeluruh bagi para pelajar.

Semoga saja targetnya tercapai.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar