Dia memperingatkan, serangan balasan semacam itu akan mendongkrak harga minyak untuk waktu yang lama. Jadi, ancamannya bukan cuma militer, tapi juga ekonomi.
Menurut sejumlah laporan, Iran memang sudah punya data lengkap soal target-target potensial itu. Mereka dikabarkan mengantongi informasi rinci tentang pembangkit listrik di Timur Tengah, termasuk yang ada di Israel. Belum lama ini, serangkaian rudal Iran sudah dijatuhkan ke kilang minyak Haifa dan area Dimona lokasi yang dekat dengan fasilitas nuklir Israel. Gerakan itu seperti menunjukkan kesiapan dan kemampuan mereka.
Kini, hitungan mundur 48 jam telah dimulai. Dunia menunggu, apakah salah satu pihak akan mengalah, atau justru konflik ini akan memasuki babak yang lebih berbahaya.
Artikel Terkait
Ivan Kolev Kritik Maraknya Naturalisasi di Timnas Indonesia
Prabowo Tegaskan Perjanjian Dagang dengan AS Tak Korbankan Kepentingan Nasional
Prabowo Andalkan Program Padat Karya untuk Pacu Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen
Prabowo Tegaskan Tak Akan Korbankan Kepentingan Nasional dalam Perjanjian Dagang dengan AS