Yang menarik, program ini dirancang dengan prinsip "link and match". Jadi, materi pelatihannya diselaraskan langsung dengan kebutuhan industri saat ini. Bukan teori melulu, tapi keterampilan yang aplikatif dan dibutuhkan pasar.
Soal pendaftaran juga dipermudah. Masyarakat tidak lagi terpaku mendaftar lewat balai pelatihan milik pusat. Kini, BLK yang dikelola pemerintah daerah pun bisa jadi pintu masuk. Harapannya, layanan bisa merata hingga ke daerah-daerah.
Syaratnya jelas: WNI, minimal berusia 17 tahun, dan punya ijazah SMA/SMK/MA atau yang setara. Bagi yang lolos, fasilitasnya cukup menggiurkan. Pelatihan gratis, dapat makan siang, ada bantuan transportasi, bahkan dilindungi JKK dan JKM dari BPJS Ketenagakerjaan. Peserta juga akan dapat sertifikat pelatihan plus sertifikat kompetensi dari BNSP. Untuk yang dari luar kota, tersedia asrama tentu saja tergantung ketersediaan.
Nah, kesempatan ini sayang banget kalau dilewatkan. Pendaftaran dibuka lewat platform Skill Hub. Tapi ingat, batas akhirnya cuma sampai 24 Maret 2026.
"Kami mengajak masyarakat untuk memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya. Segera lakukan pendaftaran sebelum batas waktu yang telah ditentukan,"
pungkas Darmawansyah.
Artikel Terkait
Ivan Kolev Kritik Maraknya Naturalisasi di Timnas Indonesia
Prabowo Tegaskan Perjanjian Dagang dengan AS Tak Korbankan Kepentingan Nasional
Prabowo Andalkan Program Padat Karya untuk Pacu Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen
Prabowo Tegaskan Tak Akan Korbankan Kepentingan Nasional dalam Perjanjian Dagang dengan AS