Kabar baik datang dari Kementerian Ketenagakerjaan. Program Pelatihan Vokasi Nasional 2026 Batch 1 kini terbuka lebih luas. Pasalnya, pemerintah resmi menghapus batasan tahun kelulusan bagi calon pesertanya. Targetnya ambisius: menjaring 20.000 orang dari seluruh penjuru Indonesia.
Darmawansyah, Dirjen Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Kemnaker, menyebut langkah ini strategis. Tujuannya sederhana: membuka akses seluas-luasnya.
“Penghapusan batasan tahun kelulusan ini merupakan bentuk komitmen kami untuk membuka akses pelatihan seluas-luasnya bagi masyarakat. Siapa pun yang memiliki kemauan untuk meningkatkan keterampilan, kami fasilitasi melalui program ini,”
ujarnya dalam rilis resmi, Jumat (20/3/2026).
Sebelumnya, kesempatan ini cuma untuk lulusan 2023 sampai 2025. Kini, aturan itu lenyap. Mau lulusan tahun lalu atau bahkan sepuluh tahun silam, asal sudah tamat SMA/SMK atau sederajat, peluangnya sama. Menurut Darmawansyah, kebijakan ini penting. Dunia kerja terus berubah, butuh keterampilan baru. Sementara di sisi lain, banyak lulusan lama yang mungkin masih butuh bekal lebih untuk bersaing.
“Ini menjadi peluang bagi lulusan lama untuk kembali meningkatkan kompetensinya, sehingga dapat lebih siap memasuki maupun bersaing di dunia kerja,”
katanya menambahkan.
Artikel Terkait
Ivan Kolev Kritik Maraknya Naturalisasi di Timnas Indonesia
Prabowo Tegaskan Perjanjian Dagang dengan AS Tak Korbankan Kepentingan Nasional
Prabowo Andalkan Program Padat Karya untuk Pacu Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen
Prabowo Tegaskan Tak Akan Korbankan Kepentingan Nasional dalam Perjanjian Dagang dengan AS