Masalah Mattoanging Kembai Bergulir, YOSS Tagih Janji Pemprov
MAKASSAR Reruntuhan dan tanah kosong. Itulah yang tersisa dari Stadion Mattoanging sekarang. Tapi di balik sunyi itu, perkara hukumnya justru kembali panas. Yayasan Olahraga Sulawesi Selatan (YOSS) secara resmi menagih ganti rugi ke Pemerintah Provinsi Sulsel.
Masalahnya berakar dari tahun 2022. Stadion legendaris yang jadi saksi bisu euforia suporter PSM itu dirobohkan. Wacana pembangunan ulang sempat mengemuka, tapi mandek begitu saja. Alasannya klasik: status hukum lahannya kembali jadi penghalang utama.
Kini, anggaran pembangunan untuk tahun 2023 sudah lewat. Tak ada kelanjutan. Sementara itu, perhatian publik pun sudah beralih ke megahnya wacana Stadion Sudiang yang diusung pemerintah pusat. Mattoangling seperti terlupakan.
Namun begitu, Rabu (28 Januari) lalu, ketenangan itu pecah. Perwakilan YOSS datang menemui pimpinan DPRD Sulsel, Andi Rachmatika Dewi. Pertemuan di kantor sementara dewan itu juga dihadiri sejumlah pejabat pemprov. Dari situ, rencananya akan digelar Rapat Dengar Pendapat (RDP).
“Awalnya kami minta RDP,” ujar Ketua Umum YOSS, Andi Karim Beso.
“Tapi ternyata hari ini baru brainstorming dulu. Konsultasi. Tapi alhamdulillah, yang hadir lengkap dari pemda. Ada Dispora, Biro Aset, sampai Biro Hukum,” jelasnya.
Karim bersuara lantang. Ia merasa YOSS jadi pihak yang dikorbankan. Padahal, sejak berdiri tahun 1957, menurutnya tidak ada kontribusi dana sepeser pun dari pemprov untuk membangun Mattoanging.
“Daerah kan belum stabil saat itu. Nah, kenapa begitu saja dibongkar, lalu tidak ada tindak lanjut sama sekali selama enam tahun?” tanya Karim.
Ia lalu mengingatkan soal rekomendasi hasil RDP masa lalu, saat Muhammad Roem masih memimpin dewan. Ada dua poin kunci. Pertama, jika pemprov mau revitalisasi, harus bentuk tim gabungan dengan YOSS untuk sosialisasi dan perencanaan.
“Yang kedua, kalau pemda mau mengambil alih, ya harus ganti rugi ke YOSS. Jelas sekali itu. Tapi sampai detik ini, tidak ada tindakan nyata,” ungkapnya dengan nada kesal.
Selama ini, menurut Karim, sikap pemprov cenderung tertutup. Audiensi dengan gubernur untuk bahas Mattoanging tak kunjung digubris. Tapi YOSS tak gentar. Mereka punya putusan hukum yang sudah inkrah sebagai senjata.
Artikel Terkait
Klopp Kembi ke Anfield, Bantu Dalglish dalam Laga Legenda
Paquetá Pulang ke Flamengo dengan Rekor Transfer Fantastis
PSM Makassar Datangkan Luca Cumic, Striker Serbia untuk Gempur Lini Depan
Roy Keane Peringatkan MU: Jangan Terburu-buru Angkat Carrick