Menurutnya, dukungan itu adalah bentuk solidaritas yang nyata. Ia melihat sikap negara-negara Asia Tenggara itu sebagai respon atas apa yang disebutnya "agresi brutal" Amerika Serikat dan Israel, yang berlangsung sejak akhir Februari dan masih berlanjut hingga bulan suci Ramadan dan hari raya.
Memang, situasi di kawasan itu sudah memanas sejak akhir Februari lalu. Serangan dari AS dan Israel memicu balasan dari Teheran, yang tak tanggung-tanggung meluncurkan drone dan rudal ke sejumlah target. Ketegangan ini, mau tak mau, menarik perhatian dunia.
Di sisi lain, reaksi global pun bermunculan. Banyak negara, termasuk di kawasan Asia Tenggara, turut bersuara. Mereka mendorong deeskalasi dan menyerukan agar hukum internasional dihormati oleh semua pihak. Araghchi, dalam pesannya, seolah menangkap suara itu sebagai sebuah dukungan moral yang penting bagi Iran di tengah gejolak yang terjadi.
Artikel Terkait
KPK Alihkan Status Tahanan Mantan Menag Yaqut Cholil Qoumas ke Rumah
Spalletti Geram, Juventus Gagal Penalti Lagi dan Cuma Raih Satu Poin Lawan Sassuolo
Bupati Bone Imbau Warga Alihkan Tabungan ke Emas Antisipasi Inflasi
Rekayasa Lalu Lintas Satu Arah Diberlakukan di Tol Jagorawi Menuju Puncak