Hari kedua Lebaran 2026, suasana di Ciracas, Jakarta Timur, jauh dari kata meriah. Di RW 03 hingga RW 05, air masih menggenang. Bayangkan, momen bahagia bersama keluarga tiba-tiba harus dihadapkan dengan luapan air yang memaksa masuk ke dalam rumah. Warga pun terpaksa berlapang dada.
Dari pantauan di lokasi Minggu (22/3/2026) siang, Kali Cipinang Timur masih melimpah ke permukiman. Genangannya bervariasi, mulai dari 20 cm hingga yang paling dalam mencapai 80 cm. Beberapa warga memilih mengungsi. Namun begitu, tak sedikit yang bertahan. Yang cukup menyentuh, lihatlah anak-anak itu. Mereka masih bisa tertawa dan bermain di tengah kubangan air, seolah banjir hanyalah bagian dari permainan.
Di sisi lain, di titik-titik di mana air mulai surut, aktivitas lain berlangsung. Penghuni rumah sibuk sekali. Ada yang menyapu lumpur dan pasir yang ikut terbawa air. Di halaman-halaman yang sudah kering, terlihat barang-barang seperti kasur, kursi, dan pakaian dijemur berjejer. Pemandangan yang cukup memilukan di hari raya.
Lantas, apa penyebabnya? Menurut Camat Ciracas, Panangaran Ritonga, semua berawal dari hujan deras Sabtu (21/3) sore.
“Hujannya dari sore. Volume air dari hulu di kawasan Cimanggis, Depok cukup besar, sehingga menyebabkan Kali Cipinang meluap,” jelas Panangaran.
Dia menyebutkan luapan mulai terjadi sekitar pukul 18.30 WIB. Biasanya, genangan di daerah itu cuma bertahan sekitar dua jam. Tapi kali ini lain cerita.
“Biasanya dua jam sudah surut, tapi sampai pukul 22.00 WIB air masih belum surut, awet banget banjirnya,” ucapnya.
Panangaran menduga, banjir yang ‘awet’ ini dipengaruhi debit air kiriman dari hulu yang sangat tinggi. Kapasitas kali yang ada, rupanya sudah tak sanggup lagi menampungnya. Pihaknya bersama unsur terkait masih terus berjaga dan memantau kondisi, terutama di sepanjang bantaran kali.
Dia juga tak lupa mengingatkan warga. “Kami imbau warga untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, mengingat curah hujan masih berpotensi terjadi,” pesannya. Ancaman itu masih menggantung, sementara warga mulai membereskan sisa-sisa kotoran yang ditinggalkan banjir.
Artikel Terkait
Wakil Ketua Komisi IX Kritik Rencana BGN Wajibkan Satu Kampus Satu Dapur: Jangan Tambah Beban Perguruan Tinggi
Pengendara Motor Tewas Setelah Tabrak Pembatas Busway di Slipi
Anggota DPR Tinjau Gudang Bulog Lampung Selatan, Stok Beras 32.500 Ton dan Minyakita 12 Ribu Liter Terjamin Aman
Menko Agus Harimurti Yudhoyono Tegaskan Konektivitas Laut dan SDM Maritim Tak Bisa Dipisahkan demi Kedaulatan Indonesia