Dominan, Tapi Tumpul di Akhir
Meski kecewa, Spalletti masih menemukan secercah cahaya. Dia memuji proses terciptanya gol Yildiz, yang dimulai dari keputusan cepat Mattia Perin.
“Perin dan Conceicao memutuskan dengan tepat di situ. Tapi, Conceicao sendiri di babak pertama punya enam situasi serupa di mana pilihannya salah. Entah tembakannya melenceng, atau operannya ke Kalulu yang gagal diselesaikan. Kalau peluang yang kamu ciptakan sendiri tidak dieksekusi, ya akhirnya kamu yang bayar,” jelasnya.
Dia bahkan merasa Juventus pantas menang. Lihat saja jumlah peluang dan gempuran hingga menit akhir.
“Melihat peluang dan cara kami menyerang sampai akhir, kalau menang pun saya rasa itu pantas,” tutur Spalletti.
Hasil seri ini bikin Juventus mentok di posisi lima klasemen sementara. Posisinya masih goyah, bisa kejar oleh Como atau bahkan disalip Roma. Situasi yang tentu tidak mengenakkan.
Di balik kekecewaan, ada sedikit kabar baik. Dusan Vlahovic akhirnya kembali bermain sejak akhir November lalu. Arek Milik juga mencatatkan penampilan pertamanya sejak Mei 2024 setelah masuk di akhir laga. Setidaknya, opsi di depan mulai bertambah.
Di luar urusan klub, Spalletti juga sempat menyinggung timnas Italia. Dia optimistis peluang lolos ke Piala Dunia masih terbuka lebar.
“Saya pikir kita harus percaya pada tim nasional. Saya yakin Gattuso membuat keputusan yang tepat, jadi semua yang dibutuhkan untuk lolos sudah ada,” pungkasnya.
Laga ini mungkin berakhir dengan rasa getir. Tapi bagi Spalletti, pekerjaan rumahnya jelas: membuat pemainnya lebih cerdas dan dingin dalam memilih keputusan di detik-detik penentu.
Artikel Terkait
KPK Alihkan Status Tahanan Mantan Menag Yaqut Cholil Qoumas ke Rumah
Menteri Luar Negeri Iran Ucapkan Idulfitri dan Apresiasi Dukungan Indonesia, Malaysia, Brunei
Bupati Bone Imbau Warga Alihkan Tabungan ke Emas Antisipasi Inflasi
Rekayasa Lalu Lintas Satu Arah Diberlakukan di Tol Jagorawi Menuju Puncak