Dengan sistem seperti ini, orang bisa mulai menabung emas sedikit-sedikit. Tak harus langsung beli satu keping penuh. Sistem penyimpanannya juga dijamin aman dan terpercaya.
Intinya, jika suatu saat ekonomi terguncang dan hiperinflasi benar-benar terjadi, mereka yang punya 'simpanan kuning' ini akan lebih siap. Aktivitas ekonomi bisa tetap berjalan tanpa kepanikan berlebihan.
"Ketika nilai uang menurun, emas justru cenderung bertahan. Bahkan, nilai simpanan masyarakat di deposit box bisa meningkat lewat tabungan emas yang dimiliki,"
tambahnya.
Meski begitu, ada catatan penting. Bupati Asman tetap mengingatkan agar masyarakat bijak mengelola keuangan. Jangan sampai semua telur ditaruh dalam satu keranjang. Diversifikasi aset tetaplah kunci utama untuk menjaga kestabilan ekonomi keluarga.
Harapannya, seruan ini bisa meningkatkan kewaspadaan dan kesadaran warga Bone. Agar mereka bisa mengelola keuangan dengan lebih aman dan berkelanjutan, menghadapi dinamika ekonomi global yang serba tak pasti ini.
Artikel Terkait
KPK Alihkan Status Tahanan Mantan Menag Yaqut Cholil Qoumas ke Rumah
Menteri Luar Negeri Iran Ucapkan Idulfitri dan Apresiasi Dukungan Indonesia, Malaysia, Brunei
Spalletti Geram, Juventus Gagal Penalti Lagi dan Cuma Raih Satu Poin Lawan Sassuolo
Rekayasa Lalu Lintas Satu Arah Diberlakukan di Tol Jagorawi Menuju Puncak