Ayah Ungkap Vidi Aldiano Lahir dan Wafat di Bulan Ramadhan

- Minggu, 22 Maret 2026 | 12:50 WIB
Ayah Ungkap Vidi Aldiano Lahir dan Wafat di Bulan Ramadhan

JAKARTA – Duka atas kepergian Vidi Aldiano masih terasa begitu dalam. Keluarga, sahabat, hingga para penggemar setianya terus merasakan kehilangan yang sulit terobati. Setiap hal kecil tentang dirinya pun kerap memicu gelombang kenangan dan rasa haru di linimasa media sosial.

Di tengah suasana itu, sang ayah, Harry Kiss, membagikan sebuah fakta yang bikin banyak orang terhenyak. Ternyata, ada kesamaan waktu yang luar biasa dalam perjalanan hidup anaknya. Vidi lahir ke dunia dan berpulang ke Rahmatullah pada bulan yang sama: Ramadhan.

Informasi ini diungkapkan Harry melalui akun Instagramnya. Ia mengaku tak pernah menyangka akan skenario hidup semacam ini.

"Vidi lahir di bulan Ramadhan, 29 Maret 1990, dan wafat juga di bulan Ramadhan 7 Maret 2026,"

katanya, Minggu (22/3/2026) lalu.

Ungkapan itu langsung membanjiri kolom komentar dengan rasa kagum. Banyak yang makin yakin, kebaikan hati Vidi selama ini adalah cerminan dari pribadinya yang istimewa.

"Masyaallah,"

tulis salah seorang netizen.

"Om, he's one of the rare people who are truly kind. Om dan tante sehat-sehat, ya,"

tambah pengguna lain.

"Vidi anak baik dan soleh, banyak yang sayang dan doain. InsyaAllah masuk Surga, om. 2 minggu berlalu setelah kepergiannya, ternyata makin sedih kalau lihat kumpulan video tentang Vidi, apalagi kalau sama kak Sheila Dara,"

kenang seorang penggemar.

Vidi tutup usia pada 7 Maret lalu setelah berjuang melawan kanker ginjal. Kini, dua pekan sudah berlalu. Momentum Lebaran 2026 yang biasanya dirayakan keluarga dengan foto bertema khusus, tahun ini terasa sangat berbeda.

Foto keluarga mereka kali ini polos saja, tanpa konsep apa-apa. Menurut Harry, alasannya sederhana sekaligus menyentuh: sang pengarah ide, Vidi, tak lagi ada di sana.

"2026 foto Lebaran tanpa tema, pengarah ide tema sudah tiada,"

ucap Harry Kiss dengan suara lirih. Sebuah kalimat pendek yang menyimpan segunung rindu.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar