Gagasan ini sebenarnya sudah dilaporkan ke Presiden Prabowo Subianto dalam sebuah rapat di Istana, Kamis lalu. Konsepnya sederhana: satu hari dalam seminggu, dari lima hari kerja, dijadikan hari WFH. Harapannya, dengan mengurangi mobilitas pekerja secara besar-besaran, beban subsidi energi yang membelit anggaran negara bisa sedikit dikurangi.
"Dengan tingginya harga minyak, perlu efisiensi waktu kerja. Ini diharapkan tidak hanya untuk ASN, tetapi juga swasta dan Pemda,"
kata Airlangga menambahkan.
Presiden Prabowo sendiri menilai potensi penghematannya cukup menggoda. Angkanya bisa mencapai 20 persen dari pemakaian energi operasional harian. Cukup signifikan, bukan?
"Baik karena itu ada penghematan, dari segi penggunaan mobilitas dari bensin. penghematannya cukup signifikan 1/5 dari apa yang biasa kita keluarkan,"
ungkap Airlangga menyampaikan penilaian Presiden.
Artikel Terkait
93% Pekerja Samsung Setuju Mogok, Pasokan Chip Global Terancam
Perempuan Tewas dalam Kebakaran Gudang di Kulonprogo Saat Keluarga Salat Id
Banjir Rendam Permukiman di Pekayon Saat Idulfitri, Warga Mengungsi
Menteri Keuangan Purbaya Kaji Cara Hidupkan Kembali E-Commerce Lokal