Rencana pemerintah untuk menerapkan kerja dari rumah atau WFH bagi ASN dan swasta kini semakin matang. Langkah ini bukan tanpa alasan. Di tengah situasi pasokan minyak mentah yang makin mencekam akibat konflik Timur Tengah, upaya penghematan BBM jadi sebuah keharusan.
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan, kebijakan ini nantinya akan menyasar sektor-sektor yang operasionalnya tidak bersinggungan langsung dengan layanan publik. Jadi, urusan pelayanan masyarakat di lapangan tetap harus berjalan.
"ASN maupun imbauan untuk swasta. Tetapi yang tidak, bukan pelayanan publik,"
jelas Airlangga, Sabtu lalu di Kantor Pusat Ditjen Pajak.
Namun begitu, jangan bayangkan kebijakan ini akan langsung diterapkan besok. Menurut Airlangga, detail teknisnya masih perlu dibahas lebih lanjut dengan sejumlah kementerian. Kemnaker dan Kemendagri akan dilibatkan dalam pembahasan intensif yang rencananya digelar usai libur Lebaran nanti.
"WFH akan didetailkan, tetapi sesudah Lebaran kita akan melakukan,"
tuturnya.
Artikel Terkait
93% Pekerja Samsung Setuju Mogok, Pasokan Chip Global Terancam
Perempuan Tewas dalam Kebakaran Gudang di Kulonprogo Saat Keluarga Salat Id
Banjir Rendam Permukiman di Pekayon Saat Idulfitri, Warga Mengungsi
Menteri Keuangan Purbaya Kaji Cara Hidupkan Kembali E-Commerce Lokal